Rabu, 22 Mei 2019 | 00:10:39 WIB

APRI Siap Uji Pengolahan Emas Non Merkuri di Tambang Rakyat

Rabu, 15 Mei 2019 | 22:01 WIB
APRI Siap Uji Pengolahan Emas Non Merkuri di Tambang Rakyat

(FOTO: AAM PURNAMA/LINDO)

NAMLEA, LINDO - Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) siap hadirkan solusi teknologi alternatif pengolahan emas ramah lingkungan termasuk menyiapkan pengujian pengolahan emas non merkuri dilokasi tambang emas di Pulau Buru, Maluku.

Demikian hal itu dijelaskan oleh Sekretaris Jendral Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (Sekjen APRI) Imran S Malla kepada wartawan di Namlea, Maluku, Selasa (14/05/2019).

"Saat ini APRI sedang menyiapkan pengujian pengolahan emas non merkuri. Kegiatan ini merupakan semangat dari lahirnya UU No 11 Tahun 2017 tentang Rativikasi Convensi Minamata dan tindaklanjut pertemuan antara Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang diwakilkan oleh Direktorat Pengolahan B3, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), United Nations Development Program (UNDP) dan Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) untuk pembahasan kegiatan pengujian pengolahan emas non merkuri pada tanggal 16 April 2019 lalu dan disepakati akan dilakukan kegiatan pengujian pengolahan emas non merkuri oleh APRI," kata Imran.

Kegiatan pengujian pengolahan emas non merkuri akan segera dilaksanakan di kantor BPPT sesuai kesepakatan saat rapat baru-baru ini.

"APRI sedang mempersiapkan kegiatan pengujian/riset bersama yang akan dilaksanakan di kantor BPPT Serpong yang dimulai pada 15 Mei akan datang yang dilakukan oleh perwakilan APRI dan BPPT. Hasilnya akan di ketahui dua bulan kedepan oleh komite pemantauan & penilitian mercury KPPM," tandasnya.

Imran juga berharap melalui kegiatan ini kedepan agar wilayah tambang rakyat bisa dipermudah legalisasinya,serta pengakuan dari pemerintah terhadap profesi penambang rakyat seperti profesi lainya yaitu petani, nelayan dan lain-lain.

"Harapan saya kedepan wilayah pertambangan rakyat yang berpotensi agar di prioritaskan menjadi wilayah pertambngan rakyat, sesuai Pasal 24 Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 mengingat kita sudah punya teknologi alternatif pengolahan emas non merkuri dan non sianida yang ramah lingkungan, dan pengakuan terhadap profesi para penambang rakyat," paparnya.

AAM PURNAMA

Berita Terkait