Kamis, 22 Agustus 2019 | 19:27:13 WIB

Pekerjaan Proyek Tol Cikampek Dihentikan Sejak 26 Mei

Senin, 27 Mei 2019 | 14:01 WIB
Pekerjaan Proyek Tol Cikampek Dihentikan Sejak 26 Mei

Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Refdi Andri memastikan 4 proyek di sisi Tol Jakarta-Cikampek berhenti sementara. (FOTO: ANTARA/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Refdi Andri memantau langsung penghentian sementara proyek di Tol Jakarta-Cikampek serta kesiapan pengaturan lalu lintas di tol tersebut jelang pelaksanaan arus mudik Lebaran 2019.

Melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (27/5/2019), Refdi menyebutkan pekerjaan proyek di Tol Cikampek berhenti sementara mulai Minggu (26/5). Penghentian pekerjaan ini akan berlangsung hingga 15 Juni 2019.

Refdi Andri mengatakan pekerjaan proyek di Tol Jakarta-Cikampek dihentikan guna memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2019.

"Kita baru saja melakukan peninjauan, ada empat pekerjaan tol di Cikampek yaitu Tol Elevated, Kereta Cepat Jakarta-Bandung, LRT dan Tol Cibitung-Cilincing dipastikan mulai Minggu berhenti. Hal ini tentunya akan bermanfaat untuk pengguna jalan yang mau mudik dan balik," kata Refdi.

Ia menambahkan, Gerbang Tol Kalihurip Utama KM 67 dan Cikampek Utama KM 70 sebagai pengganti Gerbang Tol Cikarang Utama sudah beroperasi sejak 23 Mei 2019.

"Operasi Ketupat akan digelar tanggal 29 Mei sampai 10 Juni 2019. Sedangkan apel gelar pasukan pada 28 Mei 2019 pukul 16.00 WIB di Monas," katanya.
??????
Selain pemberhentian sementara pekerjaan proyek tol, juga akan ada pembatasan penggunaan jalan tol bagi angkutan barang sumbu tiga ke atas mulai 30 hingga 31 Mei dan 1 hingga 2 Juni 2019 saat arus mudik. Sedangkan untuk arus balik pada 8  hingga  10 Juni 2019.

"Terkait pembatasan angkutan barang apabila terjadi permasalahan bisa diambil tindakan tertentu. Perlu diperhatikan juga dampak kebijakan di luar tol seperti pasar tumpah, kendaraan berhenti sembarangan dan penggunaan jalan tidak untuk peruntukannya, perlu ditertibkan," Kakorlantas.

Ia yakin Polri dan semua instansi pemerintah total dalam mempersiapkan kelancaran pelaksanaan arus mudik dan arus balik Lebaran 2019.

"Kebijakan kita akan banyak mendapat perhatian dari publik, justru itu, kesiapan ini menjadi penting. Saya berkeyakinan semua polda dan para stakeholder melakukan persiapan-persiapan dengan baik," kata mantan Karoprovos Divpropam Polri ini. 

ANT

Berita Terkait