Minggu, 21 Juli 2019 | 09:43:05 WIB

Manunggal Dengan Rakyat, TNI AD Gelar Festival Musik Jalanan

Senin, 17 Juni 2019 | 21:27 WIB
Manunggal Dengan Rakyat, TNI AD Gelar Festival Musik Jalanan

(FOTO : DISPENAD/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Dalam upaya meningkatkan kemanunggalan dengan rakyat, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) menggelar Festival Musik Jalanan di Mall Living World Alam Sutera, Serpong Utara, Tangerang Selatan.  Kegiatan ini berlangsung selama dua hari berturut-turut, tanggal 17 hingga 18 Juni 2019.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Candra Wijaya dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin (17/6).

Menurutnya, acara ini juga merupakan suatu bentuk Komunikasi Sosial (Komsos) Kreatif TNI AD kepada masyarakat, khususnya musikus dan seniman jalanan. “Kita berupaya mengangkat kreativitas para seniman jalanan lewat wadah acara hiburan sekaligus lomba, sehingga masyarakat umum bisa melihat potensi yang mereka miliki dan dapat mengapresiasinya,” terang Brigjen TNI Candra Wijaya.

Sementara itu, Asisten Teritorial (Aster) Kasad Mayjen TNI Bakti Agus Fadjari, S.I.P., M.Si. dalam sambutannya saat membuka acara Festival Musik Jalanan mengatakan, musik menjadi instrumen untuk mempersatukan bangsa Indonesia yang beragam, serta menjadi sarana untuk menguatkan kerukunan dan keharmonisan. “Mari kita jadikan festival ini sebagai momentum pembinaan mentalitas generasi muda dan memberikan kontribusi yang positif terhadap lingkungan,” ajaknya.

Aster Kasad juga berpesan kepada para peserta, untuk mengekspresikan bakat dan keahliannya di bidang musik semaksimal mungkin dan menjadikan festival ini sebagai arena pengasahan bakat, penyaluran kreativitas serta pembuktian semangat jiwa muda yang berani tampil unjuk kebolehan.

Ia menjelaskan, latar belakang digelarnya festival ini berangkat dari pengamatan akan banyaknya bakat musik yang ada pada seniman jalanan, dan relevan dengan program Komsos Kreatif Staf Teritorial Angkatan Darat (Sterad), sehingga TNI AD bekerja sama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) dan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) untuk menyelenggarakan festival ini.

“Mudah-mudahan acara ini bisa mengangkat musik jalanan, membina dan  menggali potensi seniman serta kemampuan masyarakat agar dapat menumbuhkan ekonomi kreatif, serta memajukan kesejahteraan mereka,” harap Mayjen TNI Bakti Agus Fadjari.

Ia juga menyebut, kegiatan ini diikuti 30 peserta dari wilayah sekitar Tangerang, Jakarta, bahkan dari Bogor. “Banyak juga peserta dari luar wilayah Jakarta yang ingin ikut, jadi mungkin di daerah lain juga akan diselenggarakan kegiatan yang sama,” ujarnya.

Menjawab pertanyaan wartawan mengenai kemungkinan festival ini digelar dalam skala nasional, Jenderal Bintang Dua ini menjawab, untuk saat ini penyelenggaraannya masih berskala daerah dulu, namun kelak tak menutup kemungkinan akan diadakan dalam skala nasional.

"Kita berharap potensi para seniman jalanan bisa dibina dan ditingkatkan. Sehingga mereka, tidak hanya main dan tampil di jalanan, tetapi juga bisa main di mall, gedung kesenian dan tempat-tempat pertunjukan lainnya," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Paban IV/Komsos Sterad Kolonel Inf Jimmy Ramos Manalu selaku penyelenggara menjelaskan, dalam festival musik jalanan ini ada dua kategori lomba, yaitu perorangan/solo, dan kelompok/grup yang terdiri dari dua hingga enam orang per grup.

"Setiap peserta membawakan dua buah lagu, berupa satu lagu wajib Mars Babinsa dengan aransemen bebas, serta satu lagu bebas pilihan peserta sendiri. Durasi untuk tiap lagu ditentukan maksimal lima menit," jelas Jimmy.

Untuk menjamin obyektivitas penilaian tambah Jimmy, TNI AD mengundang tiga seniman dari DKJ untuk bertindak sebagai juri lomba, yaitu, Irawan Karseno, Anusirwan, M,Sn, dan Mohamad Ichlas.

"Untuk kriteria penilaian lomba mencakup aspek penguasaan panggung, penguasaan alat musikal/instrumen, penguasaan vokal dan materi lagu, skill atau keterampilan dan musikalitas peserta, kekompakan, kreativitas, moralitas (penampilan dan sikap peserta), serta penilaian khusus dari dewan juri. Untuk hari pertama pelaksanaan Festival Musik Jalanan diisi dengan rangkaian kegiatan pembukaan acara oleh Aster Kasad, penampilan tari dan persembahan lagu dari bintang tamu seniman jalanan Pujiono dengan lagunya yang populer Manisnya Negeriku, serta proses penjurian 30 peserta dalam babak penyisihan,” jelasnya.

Sedangkan pada Selas (18/6), dijawalkan para peserta yang lolos babak penyisihan akan memasuki babak final dan sekaligus diumumkan nama-nama pemenang lomba, berikut penyerahan hadiah, dan acara penutupan oleh Aster Kasad. Festival ini terbuka untuk umum, silakan masyarakat hadir dan menyaksikan kemeriahan festival musik jalanan. (ARMAN R)

Berita Terkait