Senin, 23 September 2019 | 12:28:52 WIB

Ketum PBTI : Pegang Sportifitas Dan Obyektivitas Demi Kemajuan Taekwondo Indonesia

Minggu, 23 Juni 2019 | 15:01 WIB
Ketum PBTI : Pegang Sportifitas Dan Obyektivitas Demi Kemajuan Taekwondo Indonesia

(FOTO : PBTI/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (Ketum PBTI) Letjen TNI (Purn) Thamrin Marzuki mengingatkan para wasit bersikap obyektif dalam pemilihan atlet taekwondo Indonesia.

Hal itu disampaikan Ketum PBTI saat membuka Seleksi Nasional (Seleknas) "Asia Junior Championship 2019" yang diikuti 64 atlet yunior terbaik dari 16 provinsi, di GOR POPKI, Cibubur, Jakarta, Minggu (23/6).

"Pegang teguh sportifitas, wasit harus obyektif demi kemajuan Taekwondo Indonesia," tegas Letjen TNI (Purn) Thamrin Marzuki. Seleknas lanjutnya, bertujuan mempersiapkan atlet Taekwondo Indonesia dalam kejuaraan Taekwondo tingkat Asia di Jordania, 21-22 Juli 2019 nanti.

Menurutnya, 64 atlet yang dipanggil Seleknas ini, merupakan hasil pantauan dari kejuaraan nasional kategori junior tahun 2018 dan kejuaraan PPLP Lombok. "Atlet yang dipanggil peraih medali emas dan perak pada dua kejuruan tersebut," ungkap Ketum PBTI.

Dari seleksi ini tambahnya, atlet yang akan memperkuat tim Taekwondo nasional ditentukan dari hasil penilaian tim talent scouting. Lebih dari itu, lanjutnya, Seleknas juga menjadi bahan evaluasi bagi PBTI untuk pengembangan dan pemerataan atlet di daerah.

Sementara, Ketua Panitia Seleknas, Charles Chirstoforus mengatakan, dari 64 atlet yang ikut dalam seleksi ini terbagi dalam dua kategori, yakni kategori Poomsae dan Kyorugi. "Ada 24 atlet kategori Poomsae dan 44 atlet Kyorugi, mereka berasal dari DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, Banten, DIY, Sumut, Jambi, Kepri, Riau, Sumsel, Bali, NTB, Kaltim, Kalsel, Sulteng, dan Sulut," jelasnya. (ARMAN R)

Berita Terkait