Senin, 23 September 2019 | 12:23:39 WIB

Haedar Nashir: Prabowo Sandi Tunjukkan Sikap Legawa

Jum'at, 28 Juni 2019 | 14:24 WIB
Haedar Nashir: Prabowo Sandi Tunjukkan Sikap Legawa

Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir (tengah). (FOTO: ANTARA/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Ketua umum Pimpinan Pusat Muhamadiyah Haedar Nashir menyambut baik sikap pasangan calon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang menghormati keputusan Mahkamah Konstitusi (MK). MK menyatakan menolak seluruh permohonan kubu 02 dalam sengketa hasil Pilpres 2019.

"Prabowo-Sandi yang menunjukkan sikap legawa yang menjadi contoh bagi keteladanan politik bangsa. Hal itu menunjukkan kedewasaan dan kenegarawanan politik sebagai modal berharga dalam kehidupan kebangsaan," ungkap Haedar di Jakarta, Jumat, 28 Juni 2019.

Haedar menuturkan tugas dan tantangan bersama bangsa Indonesia saat ini dan ke depan sangat berat di berbagai bidang kehidupan yang memerlukan tekad kesungguhan politik yang tinggi bagi pemegang mandat rakyat lebih dari kemenangan itu sendiri.

"Untuk itu Indonesia memerlukan kebersamaan dari seluruh kekuatan nasional. Karenanya politik partisan kubu 01 (Joko Widodo-Ma'ruf Amin) dan 02 sudah berakhir serta tidak perlu diperpanjang dalam isu dan kepentingan apa pun, yang ada adalah satu keluarga besar Indonesia," beber Haedar.

Haedar menegaskan rekonsiliasi politik dan kultural menjadi keniscayaan. Ia mengajak semua rakyat dan kekuatan bangsa melangkah bersama demi memajukan Indonesia.

"Guna menyelesaikan masalah-masalah besar bangsa guna mewujudkan cita-cita nasional yang kian berat dan penuh tantangan," ujar dia.

Sebelumnya, capres Prabowo memberikan pernyataannya melalui konferensi pers dalam menanggapi putusan MK. Ditemani Sandiaga Uno, Prabowo menyatakan menghormati putusan MK tentang gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) presiden 2019.

"Kami menyatakan, kami hormati hasil keputusan MK tersebut. Walaupun kami mengerti keputusan itu sangat mengecewakan bagi kami, dan para pendukung Prabowo-Sandi. Namun sesuai kesepakatan, kami akan tetap patuh dan ikuti jalur konstituisi kita yaitu UUD 1945 dan sistem perundangan yang berlaku," kata Prabowo di Kertanegara, Kamis, 27 Juni 2019.

MEDCOM

 

Berita Terkait