Jumat, 06 Desember 2019 | 06:08:32 WIB

Pasca-Gempa M 7,2 Warga Labuha Mengungsi ke Dataran Tinggi

Minggu, 14 Juli 2019 | 22:41 WIB
Pasca-Gempa M 7,2 Warga Labuha Mengungsi ke Dataran Tinggi

Rumah Dinas Polsek Gane Barat, Halmahera Selatan ambruk akibat gempa berkekuatan 7,2 SR pada Minggu (14/7/2019) Sore. (FOTO: WHATSHAP/LINDO)

HALSEL, LINDO - Gempa bumi dengan magnitudo 7,2 mengguncang Labuha Ibu kota Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, Minggu (14/7/2019) pukul 18.28 WIT.

Warga yang bermukim di daerah pesisir mengungsi ke daerah ketinggian pasca-gempa yang mengguncang daerah itu. Mereka ketakutan terjadi tsunami.

Pengunjung di sejumlah pusat perdagangan di Labuha seperti di Pasar Habibi juga langsung berhamburan pulang. Bahkan tak sedikit yang langsung mengungsi ke daerah ketinggian tanpa sempat pulang ke rumah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Selatan melaporkan, warga yang mengungsi ke daerah ketinggian bukan hanya di kota Labuha. Warga pesisir lainnya di Halmahera Selatan, seperti di wilayah Babang, Kecamatan Bacan Timur juga banyak yang mengungsi.

Ringkasan

  • Gempa tersebut dirasakan di Labuha 4-5 MMI dan di wilayah lainnya di Malut seperti di Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan dan Kabupaten Halmahera Tengah serta dirasakan pula Ambon dan Bitung.
  • Getaran gempa terasa hingga Manado dan dirasakan juga di Obi V MMI, Ambon II-III MMI, Ternate, Namlea, Gorontalo, Sorong II MMI.
  • Guncangan yang berlangsung sekitar 2 hingga 5 detik itu membuat sebagian besar masyarakat lari berhamburan ke luar rumah karena panik.
  • BPBD Halmahera Selatan belum menerima laporan adanya korban jiwa dan kerusakan fisik akibat gempa tersebut, namun terus melakukan pengecekan di lapangan, terutama di wilayah Gane Barat yang berpusat gempa.

Berita Terkait