Minggu, 15 Desember 2019 | 01:43:54 WIB

Tercatat 3 Orang Tewas dan 1.104 Jiwa Mengungsi Akibat Gempa Bermagnitudo

Selasa, 16 Juli 2019 | 07:06 WIB
Tercatat 3 Orang Tewas dan 1.104 Jiwa Mengungsi Akibat Gempa Bermagnitudo

Warga yang menjadi korban gempa di Halmahera Selatan tidur di lokasi pengungsian. (FOTO: ANTARA/LINDO)

TERNATE, LINDO - Tercatat sebanyak 1.104 warga mengungsi dan tiga lainnya dikabarkan meninggal karena gempa bermagnitudo 7,2 SR di Gane, Kabupaten Halmahera Selatan, Minggu (14/07/2019) sore.

Informasi yang dihimpun pada Selasa (16/07/2019) menyebutkan, tiga orang tewas saat gempa itu bernama Aisyah asal Desa Gane Luar, Aswar asal Gane Dalam, dan Halimah dari Desa Papaceda. Korban lainnya terkonfirmasi luka-luka akibat reruntuhan.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Utara, Ali Yau menyatakan, lokasi pengungsian warga terkonfirmasi saat ini tersebar di sembilan titik. Lokasi ini belum termasuk dengan warga yang mengungsi di dataran tinggi wilayah Gane Barat, Gane Timur, dan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara.

Ali menyatakan, personel BPBD sudah bergerak menuju Saketa (daratan Gane) melalui jalur Sofifi, Tidore Kepulauan, untuk mengecek kondisi pasca gempa di sana.

Ali mengatakan saat ini masih dalam pendataan rumah penduduk yang mengalami kerusakan. Sedangkan data dari beberapa desa yang terkonfirmasi di daratan Gane dan Pulau Bacan ada 100 lebih rumah yang rusak dan roboh.

Ia menjelaskan, banyak warga di Halmahera yang memilih mengungsi di daerah ketinggian karena saat gempa terjadi dianggap akan disusul tsunami. “Ini membuat warga mencari tempat aman di daerah ketinggian,” jelasnya.

Sementara itu, BPBD Halmahera Selatan juga baru Senin pagi turun ke daerah terdampak gempa untuk melakukan pendataan. Menurut keterangan warga, gempa di sana menimbulkan korban dan kerusakan yang cukup parah.

Sebagian warga daerah pesisir Halmahera Selatan hingga Senin pagi juga masih bertahan di lokasi pengungsian karena khawatir terjadi tsunami.

Kemudian, BMKG juga mengimbau masyarakat dapat menghindari bangunan yang retak atau rusak, akibat gempa. Sebab dikhawatirkan masih terjadi gempa susulan dengan kekuatan signifikan.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan, sebelum kembali ke dalam rumah," kata Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono.

Berdasarkan data yang diperoleh melalui rilis BPBD dan Dinas Kesehatan Halmahera Selatan, bahwa dampak gempa di daratan Gane menimbulkan kerusakan 90 persen di Desa Ranga Ranga, Dolik 7 rumah, Matuting, Bisui, Pasipalele, Gane Luar, Gane Dalam, Yomen, dan Desa Jibubu juga mengalami kerusakan akibat guncangan gempa tersebut.

Untuk data pasti tentang jumlah bangunan rumah dan korban lainnya belum terkonfirmasi karena warga masih mengungsi di dataran tinggi.

ALDY/KIERAHA

Berita Terkait