Minggu, 18 Agustus 2019 | 18:30:55 WIB

Labpamsisjar Dispamal Juarai Kompetisi CII Cyber Exercise

Rabu, 17 Juli 2019 | 18:00 WIB
Labpamsisjar Dispamal Juarai Kompetisi CII Cyber Exercise

(FOTO : DISPENAL/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Labpamsisjar Dispamal Mabesal mewakili Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) menjuarai kompetisi Cyber Exercise (CII Cyber X) yang diselenggarakan oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Republik Indonesia (RI) pada kegiatan Information Infrastructure Tahun 2019, di Grand Ballroom, Aston Priority Simatupang, Jalan T.B. Simatupang, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (16/7).

Pada kesempatan tersebut, Labpamsisjar Dispamal meraih peringkat ketiga, sedangkan untuk peringkat pertama diraih Pusdatin Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) meraih peringkat kedua. Ditunjuk sebagai perwakilan dari TNI AL, diantaranya Lettu Laut (KH) Yulizardi, A.md., Lettu Laut (E) Robby Wahyu Hutomo, S.S.T.TP., dan Sertu Pdk Enggar Wicaksono.

Sebanyak 24 peserta mengikuti kompetisi CII Cyber X 2019, meliputi instansi yang termasuk dalam Infrastruktur Informasi Kritis Nasional (IIKN) Sektor Pertahanan dan Industri Strategis Nasional, diantaranya Pusdatin Kemhan, Pushan Siber Kemhan, Satsiber TNI, Bareskrim Mabes Polri, Labpamsisjar Dispamal, Pusdatin Kementerian Perindustrian, BATAN, PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, PT PELNI, PT LEN Industri, PT Boma Bisma Indra, PT Barata Indonesia, PT Krakatau Steels, PT Dahana, PT Timah, PT. INALUM, PT INKA, PT INTI, PT Dok dan Perkapalan Surabaya, PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari, PT Industri Kapal Indonesia, dan PT ANTAM serta PT Industri Nuklir Indonesia.

Kegiatan CII CyberX tahun 2019 ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun yang bertujuan untuk meningkatkan kapabilitas dan kesiapan koordinasi dalam penanganan insiden siber pada sektor IIKN secara berkelanjutan. Rangkaian kegiatan seperti hybrid exercise yaitu drill test competition terdiri atas 8 tahapan dengan menyelesaikan kasus dan penanganan insiden siber secara langsung (hands-on) dengan kasus yang diangkat berupa serangan malware terhadap sistem dan infrastruktur kritis.

Pada setiap tahapan kompetisi harus diselesaikan secara komprehensif oleh peserta guna menangani dan menyelesaikan permasalahan yang ada termasuk mencegah terjadinya serangan serupa pada masa yang akan datang. (ARMAN R)

Berita Terkait