Jumat, 06 Desember 2019 | 04:49:10 WIB

Kemnaker Dan Huawei Latih Pencaker Keterampilan Telekomunikasi

Kamis, 18 Juli 2019 | 20:24 WIB
Kemnaker Dan Huawei Latih Pencaker Keterampilan Telekomunikasi

(FOTO : HUMASNAKER/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjalin kerja sama dengan PT. Huawei Tech Investment, untuk menyelenggarakan pelatihan vokasi bidang telekomunikasi di Balai-balai  Latihan Kerja (BLK) secara masif sesuai kebutuhan industri.

Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas ( Dirjen Binalattas) Kemnaker Bambang Satrio Lelono dengan CEO of Huawei CNBG Indonesia, Andy Ma Hui, di Jakarta, Kamis (18/7). 

Penandatanganan nota kesepahaman disaksikan oleh Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informasi Ismail, Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PPK dan K3) Kemnaker, Kepala Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Bekasi Helmiati Basri dan Yang Jiangtao selaku Vice President Organization Transformation.

"Kerja sama ini merupakan salah satu upaya untuk mendorong pemerintah dalam rangka meningkatkan akses seluas-luasnya bagi para pencari kerja sehingga dapat memperoleh pelatihan keterampilan kerja bidang telekomunikasi di BLK," kata Satrio.

Satrio meyakini, kerja sama Kemnaker dengan PT. Huawei TECH Investment memiliki peran penting dalam hal penyerapan tenaga kerja yang berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi.

Sejalan dengan kebutuhan ini kata Satrio, diharapkan BLK dapat menggiatkan penyelenggaraan program pelatihan telekomunikasi BTS bagi para calon tenaga kerja, sehingga mampu menjawab kebutuhan pasar kerja dengan melibatkan pihak industri. 

Satrio juga menekankan, pentingnya melibatkan pihak industri agar link and match terhadap kebutuhan industri terutama bidang telekomunikasi di pasar kerja dapat terpenuhi sesuai dengan keahlian dan keterampilan yang diinginkan.

Upaya tersebut merupakan bagian penting dalam rangka menyiapkan angkatan kerja yang mampu bersaing pada bidang telekomuniasi. “Kami harap kerja sama ini mampu memperluas penciptaan lapangan kerja terutama bidang telekomunikasi dan mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja Huawei dan  memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat Indonesia,” harapnya. 

Dirjen PPK dan K3 Kemnaker Sugeng Priyanto menilai, kerja sama Binalattas dengan Huawei merupakan salah satu cara tepat dan strategis untuk menggerakkan dan mendorong para pemangku kepentingan baik manajemen maupun pekerja untuk berpartisipasi aktif dalam perlindungan ketenagakerjaan, termasuk melaksanakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Sugeng juga memberikan apresiasi kepada Huawei sebagai penerima penghargaan SMK3 tiga tahun beruntun (2017, 2018 dan 2019) dengan kecelakaan nihil (zero accident). Menurutnya, penghargaan SMK3 tersebut tidak akan tercapai apabila kerja sama pelaksanaan K3 antara Huawei dengan para pemangku kepentingan tidak berjalan secara baik.

"Karena salah satu indikator penilaian diantaranya harus bebas kecelakaan kerja, baik pada perusahaan itu sendiri, termasuk sub kontraktor yang melakukan sebagian pekerjaan," jelas Sugeng.

Ia berharap, standar pelaksanaan K3 yang sudah berjalan baik di Huawei, dapat menjadi contoh bagi industri informasi dan komunikasi lainnya. Kemnaker memberikan apresiasi atas kerja sama pembinaan K3 pada pekerjaan di ketinggian antara Kemnaker dengan Huawei pada 30 Agustus 2018 yang telah menghasilkan personil kompeten dan memiliki kewenangan dalam melaksanakan pekerjaan berbahaya. "Diantaranya, tenaga kerja pada ketinggian tingkat I sebanyak 67 angkatan dengan jumlah 925 peserta dalam periode 10 bulan," ujarnya.

Sementara itu Andy Ma Hui mengatakan, target peserta program pelatihan tersebut, merupakan Pencari Kerja (Pencaker) lulusan dari SD, SMK hingga S1 yang berada dibawah binaan BBPLK Kemnaker. Program kolaborasi yang menjadi bagian dari program SmartGen tersebut merupakan tindak lanjut atas Notas Kesepahaman (MoU) yang disepakati Juli 2018 lalu.

"SmartGen ini merupakan komitmen Huawei dalam mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) terampil Indonesia, guna meningkatkan kompetensi daya saing mereka menghadapi ketatnya pasar tenaga kerja di TIK," terangnya. (ARMAN R)

 

Berita Terkait