Sabtu, 14 Desember 2019 | 23:42:35 WIB

Hartono Tanuwidjaja, SH, MH : Pemberantasan Narkoba, Indonesia Harus Tiru Pemerintah Filipina  

Senin, 22 Juli 2019 | 14:05 WIB
Hartono Tanuwidjaja, SH, MH : Pemberantasan Narkoba, Indonesia Harus Tiru Pemerintah Filipina  

Hartono Tanuwidjaja,SH.MH. (FOTO : MEDIASIONLINE/LINDO)

JAKARTA, LINDO – Pengakuan Komedian Tri Retno Prayudati alias Nunung yang sudah menggunakan sabu selama 20 tahun, dinilai Praktisi Hukum Hartono Tanuwidjaja, SH, MH, Pemerintah Indonesia dan Polri telah gagal dalam pemberantasan peredaran narkoba di Indonesia.

“Coba kita studi Banding ke Philipina untuk meniru kebijakan Presiden Filipina Duterte yang melancarkan operasi besar-besaran untuk melawan narkoba di Filipina dengan mengizinkan aparat keamanan menembak mati siapapun yang menjadi pengedar narkoba,” kata Hartono kepada Lindo dalam pesan singkatnya, di Jakarta, Senin (22/7).

Ia juga mengusulkan, untuk mencegah dan memberantas peredaran narkoba di negeri ini, setiap pengguna narkoba yang ditangkap polisi, maka pengguna narkoba wajib membeli 100 kali lipat Barang Bukti (BB) Narkoba untuk dimusnahkan.

“Jika si Pengguna Narkoba tidak mampu untuk beli 100 kali lipat BB Narkoba, maka hukuman bagi Pengguna Narkoba ditambah dengan kerja paksa selama 10 tahun di tempat Rehabilitasi Narkoba sebagai Volunteer (Pekerja sukarela tanpa dibayar)," jelas Hartono yang juga berprofesi sebagai Advokat.

Menurutnya, selama ini Pengedar Narkoba yang dijatuhi Hukuman Mati mungkin cuma 1 orang dari 100 orang Pengedar Narkoba. "Mustinya jika tertangkap 100 orang Pengedar Narkoba, maka yang dijatuhi Hukuman Mati 50 orang," ujarnya.

Begitu juga lanjut Hartono, dengan setiap Hakim yang menjatuhkan Hukuman Mati terhadap Terdakwa Pengedar Narkoba itu, maka Hakim tersebut diberi Piagam Penghargaan dan Bonus persentase uang dari hasil sitaan kasus Narkoba. (ARMAN R)

Berita Terkait