Selasa, 20 Agustus 2019 | 19:19:06 WIB

Polisi Ungkap Ada 43 Adegan Kasus Pembunuhan Kiki Kumala

Jum'at, 26 Juli 2019 | 20:27 WIB
Polisi Ungkap Ada 43 Adegan Kasus Pembunuhan Kiki Kumala

Adegan sang pelaku Ronal sedang memperagakan cara memghabiskan nyawa korban Kiki Kumala di dalam mobil penumpang saat reonstruksi yang dilakukan di halaman Polres Tikep, Kamis (25/07/2019). (Foto: Humas Polres Tikep/Lindo)

TIDORE, LINDO – Jajaran Kepolisian Daerah Maluku Utara (Polda Malut) bekerjasama dengan Kepolisian Resort Kota Tidore Kepulauan (Polres Tidore), pada Kamis (25/07/2019) kemarin melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan yang dilakukan terhadap tersangka Muhammad Irwan Tutuwarima alias Ronal hingga tewasnya Gamaria W. Kumala alias Kiki Kumala.

Hasil reka ulang yang dilaksanakan di halaman Polres Tidore Kepulauan, terdapat 43 adegan yang dilakukan tersangka Ronal untuk menghabisi nyawa Kiki Kumala di mulai dari Malifut Kabupaten Halmahera Utara (Halut), belakang jalan kilo 7 tepatnya di Kelurahan Guraping Sofifi sampai membuang mayat Korban di dusun Lokulamo, Desa Waibulan, Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng).

Dalam rekonstruksi tersebut pelaku Muhammad Irwan Tutuwarima pun memperagakan adegan dengan cara merampas dompet korban, memperkosa, membunuh hingga membuang mayat Korban.

Kasat Reskrim Polres Tikep AKP Dedy Yudanto menyebutkan tersangka Ronal melakukan adegan terhadap korban Gamaria W. Kumala alias Kiki (19) itu sebanyak 43 adegan sampai pelaku membuang handphone korban di Dermaga Weda, Kabupaten Halmahera Tengah.

“Dalam adegan ini juga pelaku melakukan pemerkosaan terhadap korban sebanyak satu kali,” tutur Dedy Yudanto.

Dedy menambahkan kami terus berupaya melengkapi berkas tersangka baru diajukan ke kejaksaan Tidore.

"Sampai kita rasa lengkap baru kita ajukan untuk tahap satunya,” ujarnya.

Lebih lanjut AKP Dedy menyatakan, saat ini pihaknya sambil melengkapi berkas lainnya, dan menunggu hingga hasil autopsi keluar dari dokter.

Nanti kalau sudah keluar dari dokter baru kita bisa tahu penyebab kematian dan lain sebagainya, karena kita juga ingin membuktikan tentang pemerkosaannya.

"Kemarin juga kita sempat ambil sampel pada saat autopsi, nanti kita cocokkan dengan DNA pelaku mudah-mudahan terbukti,” terangnya.

Sementara itu sang pelaku, kata Dedy saat ini masih ditahan dirutan Polres Tikep, bukan di polda Malut.

"Pelaku saat ini kami tahan di Polres Tikep selama 20 hari. Setelah itu nanti kita bicarakan atau ditindaklanjuti mau dipindahkan ke Direktorat atau tetapnya disini,” pungkasnya. Aldy M

Berita Terkait