Selasa, 20 Agustus 2019 | 19:18:35 WIB

Kurangi Hak Pekerja, Serikat Buruh Tolak Revisi UU Ketenagakerjaan

Rabu, 31 Juli 2019 | 21:02 WIB
Kurangi Hak Pekerja, Serikat Buruh Tolak Revisi UU Ketenagakerjaan

Sejumlah buruh dari Serikat Pekerja Nasional (SPN) melakukan unjuk rasa menolak revisi UU Ketenagakerjaan. (FOTO: SPN/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Serikat Pekerja Nasional (SPN) menolak revisi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Mereka menilai revisi tersebut mengurangi hak pekerja.
 
"Dalam draf yang diusulkan pemerintah dan mungkin Apindo itu memberatkan buruh. Terutama terkait pesangon," kata koordinator aksi, Sofyan di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Rabu, 31 Juli 2019.
 
Menurut Sofyan, revisi UU berpotetensi mengurangi pesangon buruh. Bahkan pesangon bisa ditiadakan.

"Kami menolak pemerintah merevisi nilai pesangon. Itu yang kita tolak. Semua buruh harus dapat uang pesangon," ujar Sofyan.
 
Sofyan meminta pemerintah tidak melanjutkan revisi itu. Pemerintah harus memperhatikan nasib buruh.
 
"Intinya, revisi ini jangan sampai masuk ke DPR dan jangan sampai dijalankan. Kami menolak itu," tutur Sofyan.
 
Para buruh ini berjalan dari gerbang masuk Monas arah Stasiun Gambir sampai ke Istana Merdeka, Jakarta. Mereka berjalan santai beriringan melewati Jalan Medan Merdeka Barat. Mereka pun berharap diterima perwakilan dari istana.

MEDCOM

Berita Terkait