Selasa, 20 Agustus 2019 | 19:14:22 WIB

Kisah Depresi Sri Mulyani Dipanggil Jokowi Jadi Menteri

Sabtu, 3 Agustus 2019 | 07:01 WIB
Kisah Depresi Sri Mulyani Dipanggil Jokowi Jadi Menteri

Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: AFP/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Siapa sangka seorang Sri Mulyani sempat depresi saat diminta kembali menjadi menteri di era pemerintahan Jokowi. Momen kegundahan itu dikenang Ani sapaannya ketika berbagi pengalaman bersama puluhan pengusaha Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin).
 
Ani bercerita proses kembalinya menjadi menteri keuangan pada Juli 2016 lalu itu begitu singkat. Ia bahkan tidak sempat mengemasi barang-barangnya. Sebab, ia pulang ke Indonesia dalam rangka mengemban proyek Bank Dunia dan menjadi pembicara di Universitas Indonesia.
 
Namun dalam momen singkat tersebut ia dipanggil Jokowi, Ani kemudian terjebak masuk ke Istana Negara. Ia malah tak kuasa menolak permintaan Jokowi lantaran kondisi fiskal Indonesia kala itu cukup rapuh. Penerimaan pajak belum mampu memenuhi kebutuhan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan kepercayaan dunia usaha terhadap kebijakan pemerintah mulai goyang.

Apalagi harapan Jokowi yang besar demi membangun Indonesia yang kuat dengan ekonomi berkeadilan membuat Ani harus meninggalkan Bank Dunia.
 
Setelah berbincang cukup lama, Ani pun dilarang kembali ke Washington oleh Jokowi. Hal itu membuatnya panik sebab posisi direktur pelaksana bank dunia cukup strategis. Dengan kata lain, ia tak bisa meninggalkan jabatan itu tanpa seizin Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim.
 
Beruntung, Jokowi menghubungi Kim dan mengatakan Indonesia membutuhkan Sri Mulyani sebagai menteri keuangan. Kata Ani, Kim pun tak punya pilihan lain meski ia sempat mendapat tekanan karena melepas Ani begitu saja.
 
"Jadi pas sudah pulang saya enggak boleh pergi, waktu itu lagi reshuffle kabinet, karena posisi saya sangat tinggi di sana jadi itu prosesnya cukup sulit. Presiden WB waktu itu juga syok. Pengumuman kabinet orang excited dan saya depresi. Jadi itu hari yang complicated, suami saya masih di sana, rumah di sana, dan saya hanya bawa koper kecil dan tidak boleh lagi kembali," ungkap Ani di Menara Kadin Indonesia, Jakarta, Jumat, 2 Agustus 2019.

MEDCOM

Berita Terkait