Minggu, 22 September 2019 | 19:51:46 WIB

Pertanian Indonesia Didorong Berkembang Secara TSM

Selasa, 6 Agustus 2019 | 08:52 WIB
Pertanian Indonesia Didorong Berkembang Secara TSM

Mantan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo (SYL) saat memberikan keterangan pada wartawan di Jakarta. (FOTO: ANTARA/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Mantan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyebut saat ini sektor pertanian Indonesia perlu dimaksimalkan. Dia ingin mendorong agar sektor tersebut berkembang secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).
 
"Istilah TSM tidak hanya populer dikaitkan dengan isu politik belakang ini. Tetapi kita bisa terapkan itu dalam membangun sektor pertanian khususnya dalam menjaga ketahanan pangan bagi penduduk negeri ini," kata Syahrul di Jakarta, Senin, 5 Agustus 2019.
 
Menurut dia, cikal bakal TSM pertanian ini pernah ia garap saat memimpin di Sulawesi Selatan. Sebab kala itu, tak ada pilihan selain memajukan sektor pertanian dengan cara TSM. Pasalnya, produk pertanian menyangkut hajat hidup orang banyak, dan di situ negara harus hadir.

Syahrul menyebut, dahulu dirinya menggerakkan pemerintah provinsi Sulsel menjalankan semua potensi. Dari pusat provinsi hingga ke daerah. Bahkan dirinya paling sering melobi pemerintah pusat untuk membangun sarana dan prasarana pertanian.
 
Sementara sistematis, Syahrul menyebut ada upaya untuk menyusun pengembangan sektor pertanian dari perencanaan jangka pendek, menengah hingga panjang. Pemerintah Sulsel, tutur dia, memiliki zonasi atau perwilayah komoditas sebagai bagian dari rencana jangka panjang termasuk pembangunan infrastrukturnya.
 
"Tetapi, pada yang sama kita juga responsif terhadap kebutuhan pasar," kata dia.
 
Artinya, proses sistematis juga menyesuaikan dengan permintaan pasar. Sehingga komoditas yang dihasilkan juga ludes terserap. Sementara masif, yakni menyangkut totalitas Pemprov Sulsel pimpinan Syahrul.
 
Semua program diturunkan ke bawah menjadi gerakan rakyat yang sifatnya masif. Pembangunan pertanian, kata dia, dilakukan secara merata di seluruh wilayah Sulsel.
 
"Komoditasnya meliputi segala jenis tanaman pangan dan hortukultural, komoditas perkebunan, ternak besar, kecil hingga unggas, perikanan air tawar, payau hingga budidyah laut termasuk berbagai jenis rumput laut," ungkap dia.
 
Hal ini diyakini bisa diterapkan secara nasional. Sebab secara geografis, kondisi di Sulsel mayoritas sama dengan wilayah lain.

MEDCOM

Berita Terkait