Selasa, 20 Agustus 2019 | 19:14:17 WIB

Panglima: Enzo Zens Memenuhi Syarat Jadi Prajurit

Rabu, 7 Agustus 2019 | 22:05 WIB
Panglima: Enzo Zens Memenuhi Syarat Jadi Prajurit

WNI keturunan Prancis, Enzo Zens Allie, taruna akademi militer. (Tangkapan layar Credit Video Puspen TNI)

JAKARTA, LINDO - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menilai sosok taruna Akademi Militer keturunan Prancis, Enzo Zenz Allie, memenuhi syarat menjadi prajurit TNI. Karena Enzo memenuhi syarat saat seleksi.
 
"Yah dilihat dari seleksinya memenuhi syarat, yang viral itu pull up nya, larinya, ya itu dihitung semua secara fisik kemudian psikologinya semuanya memenuhi syarat," kata Hadi di Jakarta, melansir AntaraNews, Selasa, 6 Agustus 2019.
 
Taruna Akmil keturunan Prancis Enzo Zenz Allie sempat menarik perhatian Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan videonya viral di media sosial.

Hadi dalam video tersebut mengajak Enzo berbicara menggunakan bahasa Prancis. Enzo memang fasih berbicara empat bahasa yaitu bahasa Prancis, bahasa Inggris, bahasa Arab, dan bahasa Indonesia.
 
"Ya dia kan sekolah ikut bapaknya sampai SD, setelah itu bapaknya meninggal di Kaledonia. Kemudian diambil ibunya. Ibunya di Jakarta dan oleh ibunya dimasukkan ke pondok pesantren untuk bersekolah SMP hingga SMA," tambah Panglima.
 
Enzo lahir di Prancis, tapi pindah ke Indonesia pada usia 13 tahun setelah ayahnya meninggal. Wajah Prancis Enzo rupanya berasal dari sang ayah. Ayah Enzo bernama Jean Paul Francois Allie asal Paris. Ibunya bernama Siti Hajah Tilaria asal Sumatera Utara.
 
"Statusnya WNI karena mulai dari pendaftaran persyaratannya (berstatus WNI) itu jadi diterima. Dari persyaratan saja masuk ke militer harus WNI, kita berbicara masalah persyaratan," ungkap Hadi.
 
Hasil tes fisik atau kesamaptaan Enzo cukup baik. Dia bisa lari 3.000 meter selama 12 menit. Lalu pull up 19 kali, sit up 50 kali, push up 50 kali dalam waktu 60 detik dan renang 50 meter dalam waktu 1 menit.
 
Dalam akun Instagram @tni_angkatan_darat, Enzo disebut ingin masuk ke kesatuan Kopassus. Enzo yang pernah juara ll renang jarak 50 m di Popda serta juara l lari jarak 400 m dan 800 m di Kejurkab itu.
 
Saat Sidang Pantukhir Pusat yang dipimpin Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Enzo dinyatakan lulus menjadi Taruna Akmil, Magelang, Jumat, 2 Agustus 2019.
 
Saat ditanya Panglima TNI di hadapan Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa, remaja berusia 18 tahun ini tegas menyatakan ingin jadi prajurit Infanteri dan Kopassus. Saat ini Enzo bersama rekan satu angkatannya akan mengikuti pendidikan Candradimuka mulai 6 Agustus-30 Oktober 2019 di Akmil.

WNI keturunan Prancis, Enzo Zens Allie, adalah satu dari 596 calon taruna Akademi TNI yang mengikuti pembukaan Pendidikan Dasar Integrasi Kemitraan Akademi TNI dan Akpol di Akmil Magelang, Jawa Tengah. Enzo merupakan anak dari Jean Paul Francois asal Prancis dan Siti Hajah Tilaria asal Sumetera Utara.
 
"Jelas sudah warga negara Indonesia, kalau tidak WNI tidak boleh masuk Akademi TNI. Dia WNI walaupun wajahnya bule," kata Komandan Jenderal Akademi TNI Laksdya TNI Aan Kurnia, Selasa, 6 Agustus 2019.
 
Aan menuturkan Enzo menguasai empat bahasa yakni Indonesia, Inggis, Prancis, dan Arab. Selain itu Enzo pun mahir mengaji.

"Bapaknya orang Prancis, ibunya orang Sumatera Utara, kemudian sejak bapaknya meninggal dia dibawa ibunya ke Indonesia dimasukkan pesantren. Ngajinya mungkin saya kalah dengan dia," jelasnya.
 
Aan menegaskan Akademi TNI mempunyai standar saat disinggung kemampuan Enzo. Dia menekankan Enzo tak bakal masuk Akademi TNI bila standarnya tidak memenuni.
 
"Jangankan dia, anak pejabat/jenderal saja banyak yang ingin masuk Akpol/Akademi TNI yang tidak memenuhi syarat ya tidak masuk, tetapi banyak juga anak petani, tukang bengkel, guru, banyak yang dari menengah ke bawah masuk karena memang bagus," ujarnya.
 
Dia menerangkan Enzo bukan WNI keturunan yang pertama masuk Akademi TNI. Sebelumnya ada di Angkatan Laut WNI keturunan Belanda, tetapi sudah pensiun.

ANTARA

Berita Terkait