Sabtu, 14 Desember 2019 | 23:10:40 WIB

Polisi Gagalkan Penyelundupan 10 Kilogram Sabu

Kamis, 8 Agustus 2019 | 20:41 WIB
Polisi Gagalkan Penyelundupan 10 Kilogram Sabu

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono (tengah) saat rilis pengungkapan penyelundupan narkoba. (FOTO: MEDCOM/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Jajaran Subdit II Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya menggagalkan penyelundupan 10 kilogram sabu jaringan Malaysia-Jakarta. Barang haram itu dibungkus dalam plastik teh asal Tiongkok dan diselundupkan melalui jalur laut dengan kapal cepat.
 
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan ada tujuh tersangka yang ditangkap dalam pengungkapan kasus tersebut. Mereka yakni EN alias Nando, BDT alias Bedot, HND, BCK alias Bucek, BBR alias Bibir, PN alias Pian, JG alias Jono.
 
"Mula-mula kita tangkap BDT dan HND di Terminal Operasi 2 Kade 109, Jalan Raya Pelabuhan, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Rabu, 10 Juli 2019 pukul 22.00 WIB. Penangkapan dilakukan saat kapal laut KM Salvia bersandar," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Kamis, 8 Agustus 2019.

Polda Metro Jaya mengantongi informasi BDT dan HND membawa narkoba jenis sabu menggunakan KM Slavia tujuan Tanjung Priok, Selasa, 9 Juli 2019. Tersangka Nando akan menyusul ke Jakarta menggunakan pesawat.
 
Sedianya pada hari penangkapan, BDT dan HND hendak dijemput Nando dan BCK menggunakan Mobil Daihatsu Xenia hitam. Namun, upaya pelarian itu gagal karena keburu ditangkap petugas.
 
Tak lama, petugas menangkap Nando dan BCK di depan Indomaret di Jalan Yos Sudarso tidak jauh dari Terminal Operasi 2 Pelabuhan Tanjung Priok. Nando dan BCK lalu dipertemukan dengan BDT dan HND yang lebih dulu ditangkap.
 
"Dilakukan penggeledahan dan ditemukan 10 bungkus narkotika jenis sabu seberat 10 ribu gram," ujar Argo.
 
Empat tersangka itu dibawa ke Polda Metro Jaya untuk diperiksa. Berdasarkan keterangan mereka, Polisi menangkap tiga tersangka lainnya.
 
"Tersangka BBR diamankan di Jalan Niaga Hijau VII RT 06 RW 17 Kelurahan Pondok Pinang, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis, 11 Juli 2019 pukul 12.20 WIB. Empat puluh menit kemudian diringkus PN dan JG di tempat yang sama," beber Argo.
 
Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Dony Alexander menyebut keempat tersangka itu akan menyerahkan sabu itu ke BBR, PN, dan JG untuk diedarkan di Jakarta. Mereka berjanjian bertemu di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.
 
"Wilayah Pondok Indah sudah disepakati tersangka Nando dan tersangka yang nunggu di sana. Lokasi itu dinilai strategis karena jauh dari pantauan masyarakat dan sistemnya transaksinya meletakkan barang dan mengambil barang," ungkap Dony.
 
Dony mengatakan, transaksi narkoba di wilayah Pondok Indah itu dilakukan secara bergantian. Pertama, tersangka BBR mengambil dua kilogram lalu pergi.
 
"Datang lagi PN ngambil tiga kg dan JG dua kg. Semua ngambil tujuh kilogram," tutur Dony.
 
Dony mengaku masih menyelidiki kasus itu, terutama mencari tahu daerah persembunyian, jaringan serta pemesannya. Komplotan ini dinilai mahir menyelundupkan sabu dari Malaysia-Jakarta, sebab barang haram itu hanya disimpan di dalam tas yang ditumpuk kain.
 
"Otak dari sindikat ini yaitu residivis Nando, dia mengaku sudah beraksi menyelundupkan sabu dengan motif yang sama sebanyak empat kali," pungkas Dony.
 
Para tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) junto Pasal 132 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka terancam hukuman pidana mati, penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun.

MEDCOM

Berita Terkait