Selasa, 15 Oktober 2019 | 16:21:54 WIB

Kualitas Harus Ditingkatkan Sebelum ASN Bekerja dari Rumah

Sabtu, 10 Agustus 2019 | 18:30 WIB
Kualitas Harus Ditingkatkan Sebelum ASN Bekerja dari Rumah

Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov DKI Jakarta foto bersama seusai mengikuti halal bihalal bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (FOTO: MI/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) menyebut, kualitas ASN perlu ditingkatkan jika wacana ASN bekerja dari rumah akan diterapkan. Pasalnya, selama ini, kinerja ASN juga masih belum maksimal.
 
"Kalau menurut saya harus siap semuanya, ASN-nya dulu. Sekarang kan masih, untuk orang ngantor biasa saja yang normal masih banyak pelanggaran," kata Komisioner KASN I Made Suwandi saat dihubungi di Jakarta, Sabtu, 10 Agustus 2019.
 
Ia menambahkan, selama ini ASN masih banyak yang melanggar aturan. Padahal, sistem ASN bekerja dari rumah membutuhkan disiplin yang tinggi.

Made mengatakan, di beberapa negara maju, ASN memang sudah bisa bekerja dari rumah. Namun begitu, menurut dia, SDM di negara-negara tersebut sudah lebih unggul dibanding di Indonesia.
 
Oleh karena itu, menurut Made, penerapan sistem tersebut harus dibarengi dengan regulasi yang ketat. Selain itu, persyaratan juga harus jelas.
 
"Jadi, syaratnya harus jelas, infrastruktur jelas, targetnya jelas, ASN-nya yang mana, kinerjanya kaya apa. Setelah bisa, baru kerja dari rumah. kenapa tidak?," tutur dia.
 
Di sisi lain, menurut Made, penerapan sistem seperti itu juga tidak bisa dilakukan serentak di seluruh wilayah Indonesia. Kota-kota besar bisa menjadi percontohan sistem tersebut.
 
"Mungkin dilihat dulu di mana yang siap. Jakarta, Surabaya, kota-kota gede dulu. Kalau hasilnya bagus, baru ditiru pelan-pelan," ujar Made.
 
Komisioner KASN lainnya, Waluyo sebelumnya mengaku mendukung penuh wacana ASN bekerja dari rumah. Kendati begitu, menurut Waluyo, secara teknis rencana tersebut tidak semua bisa diterapkan sepenuhnya. Sebab, kerja ASN yang sifatnya pelayanan ke masyarakat harus dilakukan secara tatap muka.
 
Oleh sebab itu, ia menilai, rencana tersebut harus disiapkan dengan matang. Beberapa hal juga perlu ditelaah lebih lanjut agar rencana ini berjalan, seperti sistem manajemen kerja, sasaran kinerja pegawai, dan sistem pengawasan yang harus ajek.
 
Wacana agar PNS bisa bekerja dari rumah sebelumnya dilontarkan Deputi Sumber Daya Manusia Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) Setiawan Wangsaatmaja. Kemenpan-RB pun tengah mendesain sistem kerja PNS di kementerian dan lembaga agar bisa bekerja lebih fleksibel dengan meniru sistem kerja perusahaan rintisan atau startup.

Fleksibilitas kerja dinilai menjadi hal penting menyusul prediksi terjadinya perubahan besar pada profil pekerja pada 2024, termasuk PNS sudah melek teknologi.
 
"Kami sedang rencanakan itu, kerja dari rumah bisa, kerja dari ujung sana juga bisa, nanti diatur bagaimana aturannya," kata dia dalam diskusi Forum Merdeka Barat, Kamis, 8 Agustus 2019.

MEDCOM

Berita Terkait