Selasa, 20 Agustus 2019 | 19:17:29 WIB

Puluhan Orang Tertipu Investasi Bodong di Lumajang

Senin, 12 Agustus 2019 | 18:11 WIB
Puluhan Orang Tertipu Investasi Bodong di Lumajang

Puluhan orang tertipu investasi bodong di Lumajang mengadu ke polisi. (FOTO: PEMBAWABERITA/LINDO)

LUMAJANG, LINDO - Kasus dugaan tabungan dan investasi bodong di Lumajang, Jawa Timur terus mencuat. Puluhan korban berencana melaporkan kasus ini ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
 
Kepolisian telah memeriksa 14 saksi termasuk keluarga dari terduga pelaku yang ikut serta melakukan pungutan pada para korban. Sejumlah aset milik terduga pelaku telah disita dari pihak bank beberapa bulan lalu.
 
"Untuk aset-aset mereka juga sudah kami telusuri untuk wilayah lumajang dan rata rata memang sudah habis sama mereka, seperti memang sudah mempersiapkan diri untuk aset-asetnya, sehingga tidak ada aset-aset yang memang sedikit yang bisa diambil," ujar Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban, Minggu, 11 Agustus 2019.

Kemudian, untuk jumlah kerugian masih dalam tahap pengumpulan data dan pelaku masih dalam proses penyelidikan.
 
"Pihak kepolisian juga telah berkomunikasi dengan OJK terkait dengan satuan tugas (satgas) waspada investasi. Kasus ini akan diangkat ke tingkat nasional supaya tidak terjadi lagi investasi bodong yang merugikan masyarakat." pungkasnya.
 
Melalui kuasa hukumnya, para korban berencana akan melakukan pertemuan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hari ini.
 
Sebelumnya, puluhan ibu-ibu desa Sentul dan desa Purwosono mendatangi kantor polisi dan melaporkan inisial US atas tuduhan penggelapan dana dan tabungan investasi. US merupakan pengelola CV Permata Bunda, yang diduga telah membawa kabur uang investasi mencapai Rp500 miliar.

MEDCOM

Berita Terkait