Selasa, 20 Agustus 2019 | 19:16:33 WIB

Harga Emas Milik PT Antam Terus Merosot

Senin, 12 Agustus 2019 | 18:30 WIB
Harga Emas Milik PT Antam Terus Merosot

Pelayanan karyawan di PT Aneka Tambang Tbk (Antam) di Jakarta. (FOTO: MI/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Pergerakan harga emas milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada awal pekan ini terpantau merosot. Harga emas ini mengikuti jejak harga emas dunia.

Mengutip laman Logam Mulia Antam, Senin, 12 Agustus 2019, harga emas Antam di Butik Emas LM Gedung Antam tercatat berada di level Rp756 ribu per gram. Harga emas ini melemah Rp3.000 per gram dibandingkan perdagangan sebelumnya.
 
Sementara itu untuk harga pembelian kembali (buyback) emas bergerak menguat di posisi Rp677 ribu per gram atau naik sebesar Rp3.000 per gram.

Adapun harga emas di PT Pos Indonesia mengacu pada harga Butik Emas LM terdekat. Harga emas batangan sudah termasuk PPh 22 di 0,9 persen. Anda harus menyertakan NPWP untuk memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen).
 
Emas berjangka divisi Comex New York Mercantile Exchange juga melemah. Hal ini terjadi di tengah naiknya permintaan safe haven akibat ketegangan perdagangan AS-Tiongkok dan penurunan suku bunga oleh beberapa bank sentral di dunia.
 
Mengutip Xinhua, Sabtu, 10 Agustus 2019, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember turun USD1,0 atau 0,07 persen menjadi USD1,508,50 per ons.
 
Adapun emas Desember naik USD51 atau 3,5 persen dalam sepekan setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif tambahan 10 persen pada sisa impor Tiongkok senilai USD300 miliar.
 
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun sebanyak 0,03 persen menjadi USD16,931 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Oktober turun sebanyak USD3,70 atau 0,43 persen menjadi USD863,80 per ons.
 
Dalam perkembangan yang tidak terduga, bank-bank sentral di Selandia Baru, India, dan Thailand semuanya mengumumkan pemotongan suku bunga acuan di minggu ini, memperburuk kekhawatiran atas prospek ekonomi. Tentu potensi pelemahan tersebut harus segera diantisipasi secepat mungkin oleh semua pihak terkait.

MEDCOM

Berita Terkait