Minggu, 22 September 2019 | 21:50:36 WIB

Kepala Staf Presiden Moeldoko Minta TNI Lebih Selektif

Senin, 12 Agustus 2019 | 18:53 WIB
Kepala Staf Presiden Moeldoko Minta TNI Lebih Selektif

Kepala Staf Presiden Moeldoko menjawab pertanyaan wartawan di Jakarta. (FOTO: MEDCOM/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Kepala Staf Presiden Moeldoko meminta TNI lebih ketat menyeleksi calon taruna Akademi Militer (Akmil). Menyusul polemik taruna Akmil Enzo Zenz Allie yang diduga terpapar radikalisme.
 
"Saya belum koordinasi lagi sama Panglima TNI (Marsekal Hadi Tjahjanto). Saya akan sampaikan ke Panglima agar diwaspadai lagi," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 12 Agustus 2019.
 
Moeldoko menilai kelulusan Enzo sebagai taruna bukan soal kecolongan atau tidak. Lebih kepada proses perekrutan yang tak mampu mendeteksi 'benih-benih' ancaman.

"Artinya, bahwa sesuatu itu undetected. Tetapi ingat, di TNI itu penilaiain terus menerus, sangat ketat. Pasti akan ketahuan kalau muncul penyimpangan-penyimpangan perilaku," jelas mantan Panglima TNI itu.
 
Taruna Akmil TNI Enzo Zenz Allie viral setelah diwawancarai Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam bahasa Prancis. Enzo merupakan warga negara Indonesia keturunan Prancis.
 
Belakangan, foto mirip Enzo kembali viral di jagad maya saat dia membawa bendera serupa yang digunakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Foto tersebut diunggah akun Twitter @Dwiyana_DKM.
 
Tudingan itu dibantah Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Sisriadi yang memastikan Enzo 'bersih'. Seleksi ketat sebelum menjadi taruna Akmil membuktikan tudingan itu salah.
 
"Tidak (benar). Kita kan ada sistem seleksi yang berbeda dengan seleksi orang mau kerja shift siang shift malam. Ini untuk megang senjata dia. Jadi sudah selektif," kata Sisriadi, di Jakarta, Rabu, 7 Agustus 2019.

MEDCOM

Berita Terkait