Selasa, 15 Oktober 2019 | 16:32:23 WIB

Gus Sholah: Tidak Ada NKRI Bersyariah

Senin, 12 Agustus 2019 | 18:58 WIB
Gus Sholah: Tidak Ada NKRI Bersyariah

Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah saat ditemui di Jombang, Jawa Timur. (FOTO: ANTARA/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur, Salahuddin Wahid atau Gus Sholah menolak wacana NKRI bersyariah. Menurutnya hal itu tak sesuai dengan semangat pendiri bangsa.
 
"NKRI bersyariah itu tidak ada," kata Gus Sholah di Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Senin, 12 Agustus 2019.
 
Gus Sholah menegaskan pendiri bangsa hanya merumuskan Ketuhanan Yang Maha Esa dalam sila pertama Pancasila. Sedangkan rancangan Ketuhanan dengan Kewajiban Menjalankan Syariat Islam bagi Pemeluknya telah dihapus.

"Dulu Undang-undang Dasar kita mengandung kata syariah. Sekarang tidak ada. Jadi tidak ada juga istilah NKRI bersyariah," tegas dia.
 
Kendati tak mengandung unsur syariah, Gus Sholah mengatakan bukan berarti Indonesia antisyariah. Adik kandung Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur itu menilai istilah NKRI sudah tepat. Tanpa frasa syariah pun Islam sudah dijalankam syariat Islam sudah dijalankan.
 
"Karena cukup banyak syariat yang universal maupun yang khusus sudah masuk dalam Undang-undang," tuturnya.
 
Senada, Wakil Presiden keenam Indonesia Try Sutrisno menyebut NKRI ideologinya Pancasila. Syariah, kata Try, adalah urusan pribadi.
 
"Seorang islam, syariat islam dilaksanakan. Seorang kristen melaksanakan ajaran Kristen. Sangat bebas, tidak perlu diganggu ibadahnya," kata Try.
 
Dia mengimbau masyarakat tidak menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai teori belaka. Nilai tersebut harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
 
"Cita-cita kita merdeka itu untuk Indonesia. Ragam agama, suku, dan bermacam-macam budaya," pungkasnya.

MEDCOM

Berita Terkait