Kamis, 12 Desember 2019 | 14:49:48 WIB

Petugas Gabungan Cegah Kebakaran Gunung Guntur

Senin, 12 Agustus 2019 | 22:01 WIB
Petugas Gabungan Cegah Kebakaran Gunung Guntur

15 hektare lahan di kawasan hutan Gunung Guntur berada di Blok TapelKuda, Pamulang Garut terbakar pada 18 Semptember tahun lalu. (FOTO: ANTARA/MI/LINDO)

GARUT, LINDO - Kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bersama masyarakat mengantisipasi kebakaran lahan di kawasan Gunung Guntur, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Petugas telah melakukan pemantauan langsung ke lapangan meski kebakaran lahan belum terjadi.
 
Kapolsek Tarogong Kaler IPDA Asep Saepudin mengatakan pada musim kemarau ini pihaknya telah mengecek langsung ke lokasi yang biasa terjadi kebakaran.
 
"Waktu ke lokasi, di sana ada warga sedang membuka lahan untuk pertanian tetapi kami mengimbau supaya mereka kalau membuka lahan jangan membakar ilalang dan rumput. Akan tetapi, warga sekitar memang biasanya membuka lahan pertanian itu dengan caranya dibakar setelah rumput dan ilalang ditebang," kata Asep saat dikonfirmasi, Senin, 12 Agustus 2019.

Asep menjelaskan pihaknya selalu memberikan pemahaman kepada warga yang hendak membuka lahan agar tidak dengan cara membakar. Menurut Asep pada musim kemarau angin kencang bisa menjalar ke lokasi lainnya.
Sedangkan dari hasil pemantauan ke dua titik pertama adalah lereng antara Gunung Guntur dan Gunung Putri dan kedua lereng itu antara Gunung Guntur dan Gunung Masigit.
 
"Selama ini di indikasi kebakaran disebabkan karena warga membuka lahan, polisi selama ini telah mengindikasi kebakaran oleh ulah para penambang pasir. Para penambang biasa membersihkan pohon keras yang berada di atas gunung ketika musim kemarau tapi dari mereka mudah mencari pasir itu tidak harus ke atas," jelas Asep.
 
Menurutnya, selama musim kemarau berada di Kabupaten Garut sejumlah gunung rawan terjadinya kebakaran dan gunung yang dinilai rawan mengalami kebakaran itu di antaranya Guntur, Papandayan, dan Cikuray. "Kebakaran yang terjadi umumnya disebabkan kelalaian manusia dan salah satu faktor utama pemicu kebakaran lahan adalah perilaku membuang puntung rokok sembarangan di kawasan hutan," beber Asep
 
Sementara Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Garut Purwantono mengatakan kebakaran lahan yang terjadi di Gunung Guntur memang selalu terjadi setiap tahunnya. Kebakaran disebabkan lokasi yang kering dan biasanya ada orang yang tidak bertanggung jawab yang menyebabkan kebakaran. Akan tetapi, untuk sekarang tentu tidak mau berspekulasi kebakaran lahan yang sering terjadi di Gunung Guntur merupakan unsur kesengajaan.
 
"Kalau adanya kebakaran di Gunung Guntur kita langsung tangani, tetapi untuk sekarang masih terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pendaki dengan memasang larangan membuat api yang berada di Gunung Guntur. Selain memberikan penyuluhan pada masyarakat sekitar kaki gunung, mereka juga supaya untuk menjaga agar tidak terjadinya kebakaran lahan dan jika terjadi kebakaran itu tentu menyebabkan kematian tumbuhan dan hewan kehilangan tempat tinggal," pungkas Asep.

MEDCOM

Berita Terkait