Kamis, 12 Desember 2019 | 16:19:32 WIB

Warga Mengeluh Jarak Pandang di Pontianak 150 Meter

Selasa, 13 Agustus 2019 | 13:26 WIB
Warga Mengeluh Jarak Pandang di Pontianak 150 Meter

Warga Kota Pontianak beraktivitas di tengah kabut asap. (FOTO: ANTARA/LINDO)

PONTIANAK, LINDO - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pontianak makin pekat pada Selasa, 13 Agustus 2019, dini hari. Jarak pandang yang semakin pendek dan menyebabakn aktivitas terganggu.
 
"Subuh ini udara makin tebal. Ketika menuju ke masjid untuk salat Subuh dari rumah sangat terasa bau asap yang dihirup," kata Tomi, warga yang tinggal Parit Mayor, Pontianak, seperi yang dilansir Antara, Selasa (13/8/2019).
 
Jarak pandang akibat kabut asap sekitar 150 hingga 200 meter. Tomi khawatir kondisi ini membuat kesehatan keluarga terganggu.

"Saya dengar-dengar sudah ada beberapa teman yang radang tenggorokan dan lainnya akibat kabut asap," ujar Tomi, Seperti dikutip dari Antara.
 
Kota Pontianak dan daerah lain di Kalbar belum diguyur hujan beberapa minggu belakangan. Banyak lahan gambut mudah terbakar karena kemarau.
 
Ia berharap secepatnya hujan turun agar kabut hilang. Dia juga berharap tidak ada lagi pembakaran lahan dan hutan yang dapat menyebabkan kabut asap.
 
"Saya setengah trauma dengan kabut asap seperti beberapa tahun lalu yang sangat pekat atau parah lagi dengan kondisi seperti ini. Saya tidak ingin hal itu terulang," katanya.

ANTARA

Berita Terkait