Selasa, 20 Agustus 2019 | 19:13:43 WIB

Wiranto Harap Perongrong NKRI Ikuti Jejak Eks DI/TII

Selasa, 13 Agustus 2019 | 14:15 WIB
Wiranto Harap Perongrong NKRI Ikuti Jejak Eks DI/TII

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto. (FOTO: MEDCOM/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto, berharap para perongrong negara dan ideologi Pancasila mengikuti jejak eks anggota Darul Islam atau Tentara Islam Indonesia (DI/TII), dan eks Negara Islam Indonesia (NII). Mereka sudah berikrar setia pada Pancasila dan NKRI.
 
"Hari ini mereka sadar dan mengajak para pendukung, simpatisan, dan keturunannya untuk bersama-sama berikrar bahwa satu-satunya ideologi di negeri ini adalah Pancasila dan mengakui keberadaan NKRI sebagai wadah negara. Itu luar biasa," kata Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa, 13 Agustus 2019.
 
Wiranto menilai ikrar yang diutarakan eks DI/TII-NII ini merupakan momen bersejarah. Organisasi tersebut telah berjuang selama belasan tahun untuk mengganti ideologi negara, namun, akhirnya menyerah dan bersumpah setia kepada Pancasila.

Wiranto berharap ikrar ini didengar oleh seluruh pengikutnya. Dia menilai ikrar ini dapat mengurangi beban pemerintah dalam menumpas pihak-pihak yang mengancam keutuhan NKRI.
 
"Saya berharap saudara-saudara sekalian ikut menggelorakan semangat ini, akan diikuti oleh teman-teman kita yang sementara ini belum sadar, yang sementara ini masih bermimpi untuk mengganti NKRI dengan negara dalam bentuk yang lain, maupun yang masih bermimpi untuk mengganti ideologi negara Pancasila dengan ideologi lain. Inilah yang kita harapkan agar kesadaran itu bisa menyebar kepada saudara-saudara kita yang belum sadar," ujar Wiranto.
 
Keluarga besar Harokah Islam Indonesia, eks DI/TII dan eks NII berikrar setia kepada Pancasila dan NKRI. Ikrar ini disaksikan langsung oleh Wiranto.
 
Pembacaan ini diikuti oleh 14 peserta ikrar. Salah satunya Sarjono Kartosuwiryo, putra dari tokoh utama DI/TII-NII, Sekarmaji Marinan Kartosuwiryo.
 
"Kami keluarga besar Harokah Islam beserta eks Darul Islam/Tentara Islam Indonesia, dan eks Negara Islam Indonesia bersama segenap pendukungnya dengan ini berikrar Berpegang teguh kepada pancasila dan UUD 1945," kata Sarjono saat memimpin pembacaan ikrar.
 
Dalam ikrar ini, eks DI/TII dan NII berjanji setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika. Mereka juga berjanji menjaga persatuan dalam masyarakat majemuk agar tercipta keharmonisan, toleransi, kerukunan dan perdamaian untuk mencapai tujuan nasional
 
Selain itu, mereka juga menegaskan menolak organisasi dan aktivitas yang bertentangan dengan pancasila. Serta berjanji meningkatkan kesadaran bela negara dengan mengajak komponen masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
 
Selain Sarjono, eks DI/TII dan NII yang turut menjadi peserta ikrar adalah Aceng Mi'raj Mujahidin Sibaweh, H. Yudi Muhammad Auliya, KH. Dadang Fathurrahman, Yana Suryana, Deden Hasbullah, Ahmad Icang Rohiman, Mamat Rohimat, Dadang Dermawan, Eko Hery Sudibyo, Cepi Ardiansyah, Nandang Syuhada, Deris Andrian dan Ali Abdul Adhim.

MEDCOM

Berita Terkait