Jumat, 18 Oktober 2019 | 14:17:00 WIB

Korban Percobaan Pembunuhan di Serang Sudah Siuman

Rabu, 14 Agustus 2019 | 07:37 WIB
Korban Percobaan Pembunuhan di Serang Sudah Siuman

Polisi melibatkan anjing pelacak untuk mencari jejak pelaku di Kampung Gegenang, Desa Sukadalem, Serang, Banten, Selasa, 13 Agustus 2019. (FOTO: MEDCOM/LINDO)

SERANG, LINDO - Siti Sadiyah, 24, korban percobaan pembunuhan telah melewati masa kritis di Rumah Sakit Umum Daerah Cilegon, Banten. Korban kini masih mendapatkan perawatan intensif dan penjagaan ketat dari pihak kepolisian.
 
"Korban masih trauma, jadi belum bisa diinterogasi. Sudah siuman," kata Kapolres Serang Kota, AKBP Firman Affandi di Serang, Banten, Selasa, 13 Agustus 2019.

Firman menjelaskan pihaknya telah menerjunkan anjing pelacak untuk mencari jejak pelaku pembantaian satu keluarga di Kampung Gegeneng, Desa Sukadalem, Kecamatan Waringin Kurung, Kabupaten Serang, Banten.
 
"Anjing pelacak untuk mencari jejak pelaku, masih terus mencari dilaksanakan pencarian jejak. Mudah-mudahan bisa terungkap pelaku," jelas Firman.
 
Firman kembali mengatakan pencarian dengan anjing pelacak akan menyusuri jejak terduga pelaku ke beberapa lokasi, seperti pembungan limbah hingga ke persawahan.
 
"Anjing pelacak mencari jejak jalan kecil, sampai ke pembungan limbah, persawahan dan tempat lain yang memungkinkan pelaku melarikan diri. Masih dalam pencarian anjing pelacak," pungkas Firman.

Sebelumnya dilaporkan, satu keluarga ditemukan tewas bersimbah darah di kediamannya wilayah Kampung Gegenang, Desa Sukadalem, Serang, Banten. Satu keluarga tersebut diduga menjadi korban pembunuhan.
 
Para korban tersebut diketahui bernama Rustadi, 33, dan anaknya berinisial A, 4. Sedangkan, Siti Sadiyah, 24, sang istri, hingga saat ini masih dalam keadaan kritis.
 
"Hampir di tubuh semua korban ditemukan bekas luka sayat senjata tajam. Dugaan sementara ini korban pembunuhan. Karena berdasarkan olah TKP (tempat kejadian perkara) sementara, tidak ada barang-barang milik korban yang hilang," kata Kabid Humas Polda Banten Kombes Edy Sumardi, Selasa, 13 Agustus 2019.

Edy menjelaskan pembunuhan sekeluarga itu pertama kali diketahui saksi bernama Asgari, 50. Kala itu, saksi hendak meminjam alat bangunan kepada korban malam tadi.
 
"Saksi mencium bau dan mengetuk pintu rumah korban. Kemudian saksi melihat banyak darah di rumah korban," kata Edy.
 
Saat diselamatkan oleh pihak kepolisian dan masyarakat, terdapat luka tusuk di tubuh Siti Sadiyah. Nyawa Siti masih bisa diselamatkan dan segera dibawa ke RSUD Kota Cilegon.
 
"Yang perempuan ada luka tusukan, masih bernyawa. Semoga masih bisa kita selamatkan," kata Kasatreskrim Polres Serang Kota, AKP Ivan Adhittira.
 
Hingga kini Polres Serang Kota dan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Banten masih melakukan olah tempat kejadian perkara guna mencari bukti dan petunjuk dalam upaya pengungkapan kasus tersebut.
 
"Untuk motif masih kita dalami, namun berdasarkan temuan kami di TKP, ini pembunuhan. Nanti dari dokter forensik (melaporkan) apa ada tanda-tanda perlawanan atau korban sedang beristirahat (saat dibunuh)," kata Ivan.

MEDCOM

Berita Terkait