Minggu, 22 September 2019 | 19:55:52 WIB

Keberhasilan Pengelolaan Dana Desa di Maluku Utara

Kamis, 15 Agustus 2019 | 00:12 WIB
Keberhasilan Pengelolaan Dana Desa di Maluku Utara

Mewujudkan pembangunan dari desa merupakan sebuah visi yang dilakukan oleh pemerintah melalui Program Dana Desa. (FOTO: DETIK/LINDO)

Desa Pitu Adalah Salah Satu Potret Keberhasilan Pengelolaan Dana Desa di Maluku Utara

HALUT, LINDO - Pembangunan merupakan proses perubahan yang berlangsung secara sadar, terencana dan berkelanjutan dengan sasaran utamanya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat. Indonesia saat ini sedang mengupayakan pembangunan yang berkesinambungan yang meliputi ke seluruh kehidupan masyarakat, bangsa dan negara.

Pada kenyataannya, terjadi ketimpangan pembangunan terutama terjadi antara kota dengan desa. Menanggapi permasalahan di atas, pemerintah melakukan inisiatif dengan membuat kebijakan pembangunan nasional, yang memberi perhatian penting pada pembangunan desa yang dilakukan secara terencana dan berkelanjutan untuk mencapai masyarakat desa yang dicita-citakan guna mencapai masyarakat yang sejahtera.

Dana Desa Maluku Utara

Konsep membangun dari pinggiran mengubah paradigma pembangunan desa yang semula merupakan obyek pembangunan menjadi subyek dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan. Akselerasi pembangunan desa diharapkan mampu memacu pertumbuhan desa, mendorong penduduk keluar dari kemiskinan, memberi efek multiplier dan pada akhirnya memberikan pengaruh positif bagi perekonomian nasional.

Namun, apakah pelaksanaan dana desa sudah sesuai dengan yang diharapkan? Beberapa berita di media massa selama tahun lalu, menginformasikan masih terdapat banyak penyimpangan dan menjadi masalah. Di antaranya adalah pengadaan fiktif, penggunaan dana desa untuk keperluan pribadi, dan penggelapan honor aparat desa.

Berdasarkan informasi tersebut, Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Maluku Utara mengirimkan tim untuk melakukan monitoring pelaksanaan dana desa. Diharapkan dari monitoring ini dapat dilihat perkembangan pengelolaan dana desa dalam wilayah Provinsi Maluku Utara. 

Salah satu desa yang dikunjungi adalah Desa Pitu. Desa Pitu merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Tobelo Tengah, Kabupaten Halmahera Utara. Desa dengan luas wilayah kurang lebih 300 hektar, dihuni 1.408 jiwa, di tahun 2017 mendapatkan alokasi dana desa sebesar Rp755 juta.

Wilayah Desa Pitu sebagian merupakan daerah rawa. Sehingga saat hujan sering terjadi bencana banjir yang menyebabkan salah satu kampung menjadi terisolir dan akses jalan menuju kampung tersebut harus memutar lebih jauh.

Demikian pula mengenai sumber pendapatan dana desa yang terbatas. Selama ini hanya mengandalkan pendapatan dari dana desa, belum terdapat sumber pendapatan desa sendiri.

Melihat kondisi tersebut, dalam musyawarah tingkat desa, Kepala Desa dan  para perangkat desa mengundang tokoh masyarakat desa dan beberapa perwakilan warga untuk melakukan musyawarah. Dalam rapat tersebut disepakati beberapa hal untuk segera dilakukan, yaitu

Membangun jalan desa sepanjang 220 meter berupa perkerasan jalan dengan pasir dan batu, pembangunan plat deker serta membangun drainase sepanjang 100 meter untuk mengalirkan air yang selama ini tergenang ketika hujan.

Memanfaatkan potensi wisata pantai yang cukup menjanjikan sebagai salah satu sumber pendapatan dana desa,. Potensi tersebut berupa keindahan pantai dengan pasirnya yang berwarna hitam sepanjang 530 meter. Untuk itu perlu dibangun sarana dan prasarana yang mendukung.

Diantaranya, dengan membangun Gazebo dan sarana MCK serta pengadaan banana boat dan donut boat. Selain itu memberikan modal usaha kepada warga untuk membuka warung di sekitar pantai sehingga lokasi wisat lebih menarik dan meriah. Diharapkan hal ini dapat menarik minat wisatawan dari luar sehingga meningkatkan pendapatan asli desa. Untuk pengelolaannya perlu dibentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Pelibatan warga dalam pekerjaan pembangunan jalan dan drainase serta pembangunan sarana prasarana wisata pantaia. Dengan pola ini masyarakat dapat berperan aktif mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan.

Sumber dari pembangunan yang akan dilaksanakan tersebut berasal dari dana desa. Diharapkan masyarakat dapat ikut mengawasi atas pengelolaan dana desa tersebut.

Akhirnya, setelah rencana-rencana di atas dijalankan dengan sungguh-sungguh melalui peran aktif warga desa, hasilnya pun mulai terlihat. Pembangunan fisik jalan dan drainase  membawa pengaruh positif. Warga desa mulai dapat menggunakannya dalam beraktivitas sehari-hari. Selain itu juga dapat membuka akses jalan yang lebih lancar. Sehingga kegiatan perekonomian masyarakat meningkat.serta wilayah kampung tersebut menjadi bebas banjir

Melalui pengembangan wisata pantai, pengunjung mulai banyak berdatangan baik dari warga desa sendiri maupun dari luar. Para pengunjung melakukan aktivitas berenang dan snorkeling, karena arus laut yang sangat tenang sehingga aman untuk tempat bermain dan berenang bagi anak-anak. Para pengunjung pun dapat menikmati permainan banana boat maupun donut boat. Juga dengan adanya gazebo dan usaha warung makan membuat suasana semakin meriah dan menyenangkan. Desa pun mulai mendapatkan sumber pendapatan asli dana desa, berupa tiket masuk pantai dan sewa banana boat dan donut boat.

Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara melalui Dinas Pariwisata telah melakukan promosi wisata dengan memasukkan Pantai Pitu sebagai obyek wisata unggulan sehingga mulai dikenal oleh masyarakat luas.

Ternyata, apabila dana desa dapat dikelola dengan baik dan amanah akan membawa dampak perubahan positif bagi masyarakat. Namun, peran serta aktif warga desa tetap diperlukan terutama dalam mengawasi pengelolaan dana desa agar tidak menyimpang.

Ditulis Oleh: Rahmattullah

Berita Terkait