Sabtu, 16 November 2019 | 05:33:42 WIB

Pengacara Kivlan Zen Tawarkan Damai ke Wiranto

Jum'at, 16 Agustus 2019 | 09:06 WIB
Pengacara Kivlan Zen Tawarkan Damai ke Wiranto

Kuasa hukum Kivlan Zen, Tonin Tachta Singarimbun, di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. (FOTO: MEDCOM/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Mantan Kepala Staf Komando Strategis Angkatan Darat Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen menggugat Menko Polhukam Wiranto terkait pembentukan Pasukan Pengamanan Masyarakat (PAM) Swakarsa 1998. Kuasa hukum Kivlan, Tonin Tachta, menawarkan damai sebagai bentuk mediasi.
 
"Mediasi, damai misalnya. Ya sudah lah bayar. Terus apalagi? Ya sudah lah keluar penjara. Terus apalagi? Enggak tahu saya apa maunya. Tanya ke tergugat mau damainya bagaimana," kata Tonin usai sidang perdata perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis, 15 Agustus 2019.
 
Menurutnya pelanggaran pembentukan Pam Swakarsa juga dipenuhi intrik penyelewengan dana. Dia merencanakan untuk melayangkan gugatan ke pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor).

"Uang yang dikasih presiden saat itu (BJ Habibie) sebagai pemerintah, tidak disalurkan sesuai dengan peruntukanya. Itu korupsi bukan? Kalau bukan ya sudah mulai besok orang akan begitu," ungkapnya.
 
Terkait BJ Habibie, dia juga menyebut akan melayangkan surat pada presiden Indonesia ketiga itu. Dia menyebut Habibie rencananya akan diminta bersaksi, jika jalan damai tak mencapai sepakat dan mengharuskan masuk ke sidang pembacaan gugatan.
 
"(Surat ke Habibie) lagi dibuat, belum diantar. (Yang jadi saksi itu) siapa yang mendengar, siapa yang mengalirkan uang dan melihat bahwa uang itu tidak pernah sampai kepada Pak Kivlan," jelas Tonin.
 
Dalam petitum gugatan, Kivlan menuntut Wiranto ganti rugi Rp1 triliun atas pembentukan PAM Swakarsa. Gugatan materiil senilai Rp16 miliar, yang terdiri dari Rp8 miliar karena Kivlan menanggung biaya Pam Swakarsa dengan menjual rumah, mobil, dan mencari pinjaman, serta Rp8 miliar lain sebagai penyewaan rumah.
 
Sementara itu, gugatan imateriel terdiri dari tuntutan ganti rugi senilai Rp100 miliar atas rasa menanggung malu karena terlilit hutang. Sebanyak Rp100 miliar diajukan karena tidak mendapatkan jabatan yang dijanjikan. Ganti rugi mempertaruhkan nyawa demi Pam Swakarsa senilai Rp500 miliar.
 
Kivlan pun memerkarakan soal dirinya yang dipenjara sejak 30 Mei 2019 dengan nilai gugatan Rp100 miliar. Kivlan juga menggugat biaya senilai Rp184 miliar karena sakit dan tekanan batin sejak November 1998 sampai sekarang.
 
Sementara itu, PAM Swakarsa menjadi sebutan kelompok sipil bersenjata tajam bentukan TNI untuk membendung aksi mahasiswa di 1998. Kelompok ini disiapkan mendukung sidang istimewa MPR 1998.
 
PAM Swakarsa kerap terlibat bentrokan dengan pengunjuk rasa yang menentang sidang istimewa MPR. Wiranto yang kala itu menjadi panglima ABRI ngotot mempertahankan Pam Swakarsa di tengah kecaman tokoh nasional.

MEDCOM

Berita Terkait