Senin, 23 September 2019 | 21:09:08 WIB

Jokowi Sampaikan Asumsi Makro Ekonomi 2020 di Pidato Nota Keuangan

Jum'at, 16 Agustus 2019 | 23:04 WIB
Jokowi Sampaikan Asumsi Makro Ekonomi 2020 di Pidato Nota Keuangan

Presiden Joko Widodo saat membacakan pidato kenegaraan di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019). (FOTO: ANTARA/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan asumsi makro ekonomi untuk tahun depan. Target ekonomi 2020 ini disampaikan dalam pidato Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2020 beserta Nota Keuangannya.
 
"Pada 2020, Pemerintah menyusun asumsi ekonomi makro sebagai berikut. Pertama, pertumbuhan ekonomi akan berada pada tingkat 5,3 persen dengan konsumsi dan investasi sebagai motor penggerak utamanya," kata dia dalam Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR, di Gedung Nusantara, Kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Jumat, 16 Agustus 2019.
 
Sementara itu, inflasi akan tetap dijaga rendah pada tingkat 3,1 persen. Upaya menjaga inflasi dilakukan untuk mendukung daya beli masyarakat.

Kedua, pemerintah memperkirakan nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp14.400 per USD. Pergerakan nilai tukar tahun depan terjadi di tengah kondisi eksternal yang masih dibayangi oleh ketidakpastian.
 
"Pemerintah yakin investasi terus mengalir ke dalam negeri, karena persepsi positif atas Indonesia dan perbaikan iklim investasi. Dengan demikian, suku bunga SPN tiga bulan diperkirakan berada di tingkat 5,4 persen," jelas dia.
 
Ketiga, harga minyak mentah Indonesia (ICP) diperkirakan sekitar USD65 per barel. Dengan sensitivitas yang tinggi terhadap berbagai dinamika global, Pemerintah terus memantau pergerakan harga minyak dan komoditi global.
 
Keempat, melalui optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam, termasuk minyak dan gas bumi. Target lifting minyak dan gas bumi di 2020 diasumsikan masing-masing sebesar 734 ribu barel dan 1,19 juta barel setara minyak per hari.
 
"Seluruh gambaran perkiraan indikator ekonomi makro di atas menjadi dasar dalam penyusunan RAPBN 2020," pungkasnya.

MEDCOM

Berita Terkait