Senin, 23 September 2019 | 21:07:49 WIB

Ketua DPR Sebut Penerimaan Negara Belum Memuaskan

Jum'at, 16 Agustus 2019 | 23:13 WIB
Ketua DPR Sebut Penerimaan Negara Belum Memuaskan

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo. (FOTO: ANTARA/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menyebut penerimaan negara tahun ini belum memuaskan. Hal ini tercermin dari kinerja perpajakan semester I-2019 yang hanya tumbuh 5,4 persen dibandingkan periode sebelumnya yang tumbuh 14,8 persen.
 
"Kinerja realisasi semester I-2019 belum menunjukkan kinerja yang lebih baik dari tahun lalu," ujarnya dalam Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2019-2020 di Gedung Nusantara, Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Jumat, 16 Agustus 2019.
 
Kinerja perpajakan yang menurun tersebut, lanjutnya, menyebabkan pelebaran defisit anggaran pada realisasi semester I tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya.

Tercatat realisasi penerimaan negara semester I-2019 hanya 41,5 persen atau lebih rendah dari realisasi periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 44 persen.
 
"Di sisi lain, belanja negara mampu tumbuh hingga 9,6 persen pada semester I tahun ini dengan realisasi 42 persen," ungkap dia.
 
Oleh karena itu, Bambang meminta Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020 disusun sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional lima tahun ke depan.
 
Pembangunan ekonomi dengan berlandaskan SDM berkualitas dan berdaya saing di berbagai wilayah penting untuk mewujudkan hal tersebut.
 
"Pemerintah sudah berkomitmen menjadikan APBN 2020 sebagai langkah awal peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia Indonesia selama lima tahun ke depan," tambahnya.
 
Ia menambahkan politik anggaran harus diarahkan pada penajaman anggaran dan kebijakan di bidang pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, dan pelatihan kerja.
 
Di bidang pendidikan, RAPBN 2020 mesti difokuskan pada peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, peningkatan SDM Indonesia yang kompatibel dengan teknologi, informasi, dan komunikasi, serta percepatan revitalisasi sistem pendidikan vokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi.
 
Di bidang kesehatan, RAPBN 2020 diupayakan dapat meningkatkan pemerataan akses dan kualitas pelayanan kesehatan. Hal tersebut antara lain dilakukan melalui peningkatan sarana dan prasarana kesehatan yang merata dan berkeadilan, pengelolaan program Jaminan Kesehatan Nasional yang efektif dan efisien, serta upaya pemberantasan stunting dan malnutrisi.
 
Adapun fokus utama RAPBN 2020 di bidang perlindungan sosial adalah upaya peningkatan efektivitas dan efisiensi program-program perlindungan sosial. Upaya tersebut dilakukan melalui integrasi dan sinergi antarprogram, peningkatan jangkauan program perlindungan sosial, penguatan perlindungan bagi penyandang disabilitas, serta peningkatan efektivitas dan keberlanjutan program Jaminan Kesehatan Nasional.
 
Untuk bidang pelatihan kerja, RAPBN 2020 juga sudah mencerminkan upaya Pemerintah untuk meningkatkan kemampuan SDM Indonesia di bidang science, technology, engineering, dan mathematics (STEM), penguatan link and match pelatihan dengan dunia industri, serta penguatan sinergitas antara lembaga-lembaga pelatihan dengan pemerintah daerah, komunitas, dan dunia industri.
 
"Beberapa fokus utama RAPBN tersebut harus menjadi komitmen kita bersama. Selain untuk menciptakan manusia Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing, fokus utama tersebut juga akan bermanfaat bagi percepatan pengentasan kemiskinan dan pengangguran di Indonesia," pungkasnya.

MEDCOM

Berita Terkait