Senin, 23 September 2019 | 21:08:53 WIB

Wakil Ketua DPR Sebut Kajian Pemindahan Ibu Kota Mentah

Jum'at, 16 Agustus 2019 | 23:15 WIB
Wakil Ketua DPR Sebut Kajian Pemindahan Ibu Kota Mentah

Wakil Ketua DPR Fadli Zon. (FOTO: MEDCOM/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyebut kajian pemindahan ibu kota ke Pulau Kalimantan belum matang. Kajian harus lebih dalam, terutama soal anggaran.
 
"Masih mentah menurut saya, belum ada apa-apa itu. Uangnya dari mana? Kemudian time table seperti apa? Berapa tahun kita mau pindahkan ibu kota? Artinya, kita harus bangun infrastruktur di tempat ibu kota baru itu," ujar Fadli usai sidang bersama DPR/DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat, 16 Agustus 2019.
 
Menurut dia, aspek pelayanan kepada masyarakat menjadi salah satu yang paling krusial. Fadli tak mempersoalkan ibu kota negara dipindah. Namun, perlu pertimbangan matang apakah Kalimantan paling efisien dan murah dari sisi anggaran.

Pemindahan ibu kota bukan sekadar keinginan sesaat. Pemerintah perlu belajar dari negara-negara lain yang telah berhasil maupun gagal memindahkan ibu kota.
 
"Walau gagasan ini bukan baru, tapi harus dilihat juga kondisi ekonomi kita. Apa yang jadi prioritas kita. Apa pemindahan ibu kota sudah menjadi prioritas?" beber Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu.
 
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta restu wakil rakyat memindahkan ibu kota dari Jakarta. Hal tersebut disampaikan dalam Pidato Kenegaraan Sidang Tahunan MPR 2019.
 
"Dengan ini saya mohon izin untuk memindahkan ibu kota negara kita ke Pulau Kalimantan," kata Jokowi di Ruang Rapat Paripurna MPR, Gedung Nusantara I, Jakarta, Jumat, 16 Agustus 2019.
 
Menurut Jokowi, ibu kota nantinya bukan hanya simbol identitas bangsa. Ibu kota baru harus menjadi representasi kemajuan bangsa.
 
Wacana pemindahan ibu kota, kata dia, muncul demi mewujudkan pemerataan dan keadilan ekonomi. Visi Indonesia maju juga bisa diraih dengan proses ini.
 
"Indonesia yang hidup selama-lamanya," papar dia.

MEDCOM

Berita Terkait