Minggu, 22 September 2019 | 21:47:24 WIB

Karopenmas: Ada Dugaan Pedemo Sengaja Membakar Polisi

Jum'at, 16 Agustus 2019 | 23:28 WIB
Karopenmas: Ada Dugaan Pedemo Sengaja Membakar Polisi

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. (FOTO: MEDCOM/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat dan Polres Cianjur melakukan gelar perkara terkait dugaan penganiayaan anggota polisi saat terjadi demonstrasi di Cianjur, Jawa Barat. Sejumlah bukti jadi bekal penyidik merunut peristiwa.
 
"Hari ini akan dilakukan gelar perkara dengan beberapa alat bukti yang sudah diamankan," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 16 Agustus 2019.
 
Dedi membeberkan barang bukti disita di antaranya seragam anggota polisi yang terbakar, ban bekas, jaket almamater, 24 buah telepon genggam, spanduk, dan bendera. Sisa-sisa pembakaran di lokasi kejadian juga turut diambil.

"Sisa residu ini masih didalami. Peserta (diduga sengaja) melempar bensin kepada aparat keamanan," ucap Dedi.
 
Sementara itu, Polda Jawa Barat telah menangkap sebanyak 30 pedemo yang diduga berbuat ricuh. Mereka terdiri dari tujuh kelompok mahasiswa mengatasnamakan Organisasi Cipayung Plus.
 
"Ada elemen dari GMNI, PMII, HMI, HIMAT, CIF, IMM dan PD Hima Persis Cianjur," sambung Dedi.
 
Aksi mahasiswa berujung rusuh terjadi usai aksi bakar ban di depan kantor Pemkab Cianjur, Jawa Barat. Anggota polisi yang tengah berjaga disiram bensin saat berusaha menghalangi dan memadamkan api dari pembakaran ban bekas. Empat petugas dilaporkan terluka.
 
"Aiptu Erwin (dirujuk) ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Bripda Yudi Muslim dan Bripda FA Simbolon ke Rumah Sakit Hasan Sadikin, dan Bripda Anif ke RS Polri Sartika Asih Polda Jawa Barat," ucap Dedi.

Sementara itu, anggota polisi yang terbakar saat mengamankan unjuk rasa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Kamis, 15 Agustus 2019 menjadi empat orang. Tiga orang lainnya terkena kobaran api saat berusaha memadamkan api di tubuh Aiptu Erwin.
 
"Ada satu lagi yang terbakar saat unjuk rasa, yaitu Bripda Anif," ucap Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko di Markas Polda Jawa Barat, Kota Bandung, Jumat, 16 Agustus 2019.
 
Saat peristiwa, kata Truno, Anif berada di dekat ban yang dibakar oleh massa unjuk rasa. Kemudian entah dari mana, ada bahan bakar minyak yang dilemparkan oknum mahasiswa.

Empat yang menjadi korban yakni Aiptu Erwin, Bripda Yudi Muslim, Bripda FA Simbolon, dan Bripda Anif. Erwin yang mengalami luka serius hingga 80 persen.
 
"Jadi keempatnya ketika ingin pencegahan terjadi pelemparan. Sehigga pelemparan ini melebar dan melukai anggota kita," kata dia.
 
Truno mengatakan keempat anggotanya dirawat di rumah sakit yang berbeda. Erwin dirujuk ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Anif dirujuk ke RS Polri Sartika Asih, sementara Yudi dan Simbolon dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.
 
"Sesuai kondisinya, butuh penanganan serius dan secara intensif ditangani. Kita sama-sama mendoakan semoga lekas pulih," tandasnya.

MEDCOM

Berita Terkait