Senin, 23 September 2019 | 21:04:41 WIB

130 Ribu Narapidana Mendapat Remisi Kemerdekaan

Sabtu, 17 Agustus 2019 | 19:08 WIB
130 Ribu Narapidana Mendapat Remisi Kemerdekaan

Ilustrasi - Ratusan Narapidana dapat remisi Kemerdekaan 2019. (FOTO: LINE-TODAY/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (KemenkumHAM) memberikan remisi kepada 130.383 narapidana dalam rangka peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan RI. Sejumlah narapidana bahkan langsung bebas setelah mendapat remisi.
 
"Saya atas nama pemerintah memberikan remisi kepada 130.383 narapidana dan anak. Remisi diberikan kepada mereka yang telah memenuhi persyaratan," kata MenkumHAM Yasonna Laoly saat upacara peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan RI di KemenkumHAM l, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu, 17 Agustus 2019.
 
Yasonna mengatakan remisi ini bertujuan memotivasi dan memberi kesempatan kepada para narapidana dan anak berkonflik dengan hukum (ABH) mendapatkan kesejahteraan sosial, pendidikan, dan keterampilan. Remisi juga diberikan untuk mempersiapkan warga binaan kembali ke tengah-tengah masyarakat, serta mendorong masyarakat agar aktif mendukung sistem pemasyarakatan.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Sri Puguh Budi Utami mengatakan dari 130 ribu warga binaan yang mendapat remisi, beberapa di antaranya langsung bebas. "Dari 130.383 total napi yang menerima remisi, yang bebas langsung hari ini ada 2.790 napi di seluruh Indonesia," kata Sri.
 
Dia menjelaskan syarat mendapat remisi di antaranya berkelakuan baik, serta telah menjalankan hukuman minimal enam bulan. Selain itu, remisi untuk narapidana tindak pidana khusus seperti korupsi, narkoba, dan terorisme hanya bisa diberikan kepada mereka yang menyandang status justice collaborator.
 
Remisi dibagi ke dalam dua golongan, yaitu remisi umum (RU) golongan I dan golongan II. Narapidana yang mendapat RU I masih harus menjalani hukuman lantaran masa penahananya belum habis. Sementara itu, narapidana penerima RU II dapat langsung bebas lantaran masa penahananya selesai.
 
"Untuk penerima Remisi Umum I mereka dapat pengurangan penahanan berkisar 1-6 bulan," ujarnya.
 
Yasonna memberikan remisi secara simbolis kepada empat narapidana penerima RU II. Mereka adalah dua warga binaan Lapas Klas I Cipinang, Alfred Tumundo, dan Muhammad Thohirin, serta dua napi Lapas Perempuan Klas IIA Jakarta, Noormayasari Paramitha Ayu, dan Ermawati.

MEDCOM

Berita Terkait