Senin, 23 September 2019 | 21:01:29 WIB

Mendikbud Beri Penghargaan Siswa Penemu Obat Kanker

Sabtu, 17 Agustus 2019 | 19:31 WIB
Mendikbud Beri Penghargaan Siswa Penemu Obat Kanker

Mendikbud Muhadjir Effendy memberikan penghargaan siswa penemu obat kanker dari batang kayu bajakah. (FOTO: MEDCOM/LINDO)

akarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy memberikan penghargaan kepada siswa SMAN 2 Palangkaraya penemu obat kanker dari batang kayu bajakah. Penghargaan diberikan atas prestasi mereka dalam penelitian batang kayu bajakah sebagai obat kanker.
 
Pemberian penghargaan dilakukan di sela upacara bendera peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Republik Indonesia di Kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Sabtu, 17 Agustus 2019.
 
"Ini kita beri penghargaan, karena penelitian ini sangat bernilai bisa ditindaklanjuti menjadi sebuah produk maka para siswa kita beri penghargaan," kata Muhadjir.

Penemuan siswa dalam memanfaatkan bahan bahan baku alam di dalam negeri patut diapresiasi. Apalagi jika diteliti lebih lanjut, karya anak-anak Indonesia ini bisa dipasarkan secara massal.
 
"Indonesia sebetulnya kaya raya akan potensi berbagai macam sumber daya, tidak hanya medis tapi juga untuk yang lain. Tentunya ini bisa diinternasionalkan, bisa diglobalisasikan," ungkapnya.
 
Ketiga siswa Anggina Rafitri, Aysa Aurealya Maharani, dan Yazid berharap karyanya bisa menjadi awal dari penemuan obat kanker yang berguna bagi masyarakat banyak. Mereka berharap karyanya segera dipatenkan.
 
"Harapannya kepada pemerintah untuk melanjutkan penelitian lebih lanjut supaya mungkin kalau tanaman ini benar (bisa jadi obat kanker), bisa bermanfaat bagi orang banyak," kata Anggina.
 
Tak hanya mendapatkan piagam penghargaan saja, ketiganya juga mendapatkan hadiah berupa laptop serta tabungan dalam bentuk simpanan pelajar (Simpel).
 
Sebelumnya, pelajar SMAN 2 Palangkaraya mewakili Indonesia di World Invention Creativity Olympic (WICO) di Seoul, Korea Selatan, 28 Juli 2019. Penelitian pelajar tersebut memperoleh medali emas dibidang ilmu kesehatan.
 
Penelitian dilakukan sejak tahun 2017. Penelitian didasari oleh kearifan lokal, di mana obat batang kayu bajakah ini merupakan obat turun temurun suku Dayak di Kalimantan Tengah.
 
Dari hasil penelitian, terdapat enam senyawa aktif obat penyembuh kanker dan antioksidan dalam kayu bajakah. Enam senyawa aktif itu yakni Tanin, Flavonoid, Terpenoif , Steroid, Saponin, dan Fenolik juga antioksidan.

MEDCOM

Berita Terkait