Senin, 23 September 2019 | 21:00:22 WIB

Masyarakat Diimbau tak Sebarkan Video Kerusuhan di Papua

Senin, 19 Agustus 2019 | 21:51 WIB
Masyarakat Diimbau tak Sebarkan Video Kerusuhan di Papua

Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV KSP Ali Mochtar Ngabalin. (FOTO: MEDCOM/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Kantor Staf Presiden (KSP) mengimbau masyarakat untuk menyebarkan konten-konten yang berhubungan dengan kerusuhan di Manokwari, Papua Barat, termasuk dalam bentuk video. Hal tersebut dinilai dapat memicu suasana makin kacau.
 
"Itu akan membuat situasi yang tidak bagus bagi orang Papua baik di Jayapura, baik di Manokwari, di seluruh tanah Papua maupun yang ada dibeberapa tempat lain," ujar Tenaga Ahli UtamaKedeputian IV KSP Ali Mochtar Ngabalin, di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin, 19 Agustus 2019.
 
Ia bilang melalui rapat koordinasi yang dipimpin oleh Menteri Koordinator bidang Politik dan Hukum (Menko Polhukam) Wiranto, masyarakat diimbau untuk tidak mudah terpancing berita-berita yang tidak benar di media sosial.

Sebab, kata Ngabalin, banyak berita bohong atau hoaks yang sengaja dibuat dan disebarkan oleh pihak pihak yang tidak bertanggung jawab dengan tujuan memprovokasi masyarakat.
 
"Masyarakat bisa lebih teliti untuk tidak ikut menyebarkan berita-berita yang hoaks, memprovokasi, konten-konten yang memanas-manasi. Sehingga tidak lebih banyak menimbulkan masalah negatif di publik," tutur dia.
 
Kerusuhan di Manokwari, Papua Barat bermula saat massa bergerak ke pusat kota dan memblokade sejumlah titik sejak pukul 08.00 Waktu Indonesia bagian Timur (WIT). Massa awalnya sepakat melakukan aksi damai.
 
Namun menjelang siang, sejumlah titik di Kota Manokwari justru diblokade dengan pembakaran ban bekas. Emosi massa tersulut akibat provokasi yang dilakukan oknum melalui media sosial. Konten berisi dugaan penyerangan mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya, Jawa Timur, menjadi pemicunya.

MEDCOM

Berita Terkait