Senin, 23 September 2019 | 21:06:29 WIB

BMKG Lansir Asap Kiriman Sumsel Selimuti Pekanbaru

Selasa, 20 Agustus 2019 | 10:31 WIB
BMKG Lansir Asap Kiriman Sumsel Selimuti Pekanbaru

Kabut asap yang selimuti Kota Pekanbaru, Selasa (20/8/2019) pagi. (FOTO: ANT/LINDO)

PEKANBARU, LINDO - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan Kota Pekanbaru, Riau, pada Selasa pagi, 20 Agustus 2019, diselimuti asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Asap merupakan kiriman dari Provinsi Sumatra Selatan dan akibat karhutla di Provinsi Riau.
 
"Ada peluang asap kiriman dari Sumsel, selain dari asap kebakaran di Riau sendiri. Jadi menumpuk di Pekanbaru," kata Staf Analisis BMKG Stasiun Pekanbaru, Yudhistira Mawaddah kepada Antara di Pekanbaru, Selasa, 20 Agustus 2019.
 
Ia mengatakan asap karhutla menurunkan jarak pandang menjadi 1,5 kilometer pada pukul 07.00 WIB. Namun, pada pukul 08.00 WIB angin sudah banyak berhembus sehingga membawa asap dan jarak pandang naik ke tiga kilometer.

"Kondisi masih asap," ujarnya.
 
Dia menjelaskan selain asap kiriman dari Sumsel, jerebu yang menyelimuti Pekanbaru juga berasal dari Kabupaten Pelalawan, Indragiri Hulu (Inhu) dan Indragiri Hilir (Inhil). Karena angin masih berhembus dari arah tenggara ke barat daya dengan kecepatan 10-30 km/jam.
 
Data BMKG menyatakan pukul 06.00 WIB satelit mendeteksi 175 titik panas indikasi awal karhutla di Sumatra. Riau paling banyak dengan 73 titik. Potensi asap kiriman dari Sumsel masih tinggi karena daerah itu ada 34 titik panas.
 
Dari 73 titik panas di Riau, daerah paling banyak adalah Kabupaten Pelalawan dengan 23 titik. Kemudian Inhil 17 titik, Inhu 10 titik, Kampar 8 titik, Bengkalis dan Rohul masing-masing 3 titik, Kepulauan Meranti, Rohil dan Kuansing masing-masing 2 titik, serta Siak, Kota Dumai dan Kota Pekanbaru masing-masing satu titik panas.
 
"Asap di Pekanbaru juga karena kebakaran di Pekanbaru juga karena pagi ini terpantau ada satu titik," ujarnya.
 
Dari jumlah titik panas yang ada, BMKG menyatakan ada 44 titik yang terindikasi kuat merupakan titik api karhutla. Lokasi paling banyak di Pelalawan dengan 15 titik, kemudian di Inhil 12 titik, dan Inhu tujuh titik.

MEDCOM

Berita Terkait