Minggu, 22 September 2019 | 19:51:53 WIB

Polisi : Pelaku Rasialisme di Surabaya Disidik

Kamis, 22 Agustus 2019 | 06:25 WIB
Polisi : Pelaku Rasialisme di Surabaya Disidik

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. (FOTO: MEDCOM/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengungkapkan pelaku rasialisme di Surabaya, Jawa Timur tengah diselidiki. Tindakan tersebut dilakukan sejumlah orang saat mengepung Asrama Kamasan, tempat mahasiswa Papua tinggal.
 
"Sudah masuk pada ranah penyidikan yang dilakukan Polda Jawa Timur," kata Dedi di Grand Kemang, Jakarta Selatan, Rabu, 21 Agustus 2019.
 
Dedi mengaku belum tahu berapa orang yang diperiksa. Namun dia mengindikasikan tidak ada pemeriksaan kepada aparat yang diduga memekik rasialisme saat pengepungan.

"Polri hanya fokus pada penegakkan hukum terhadap warga negara sipil, bukan yang lain," ujarnya.
 
Dedi menyebut Polda Jawa Timur sudah membentuk tim investigasi. Tim tersebut bakal melakukan penyidikan komprehensif terkait dugaan rasialisme di Surabaya.
 
"Kita menunggu (informasi) dulu dari Polda Jawa Timur," ucapnya.
 
Sebelumnya, Anggota DPR fraksi Gerindra Stephen Abraham menyebut ada dugaan oknum TNI-Polri ikut meneriakkan kata rasis kepada mahasiswa asal Papua di Surabaya, Jawa Timur. Legislator asal daerah pemilihan Papua itu meminta oknum tersebut ditindak.
 
"Video jelas sekali ada tindakan oknum TNI-Polri yang ikut mengeluarkan kata rasis. Ini harus ditindak. Bila perlu pejabat di atasnya harus dicopot," kata Stephen dalam interupsinya di sidang paripurna, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 20 Agustus 2019.
 
Stephen mengatakan dugaan rasialisme tersebut menimbulkan polemik yang luar biasa di Tanah Papua. Unjuk rasa besar-besaran tidak hanya terjadi Papua Barat, tapi juga di Jayapura, Merauke, dan Sorong.
 
"Ini kalau tidak ditangani akan menimbulkan perpecahan yang luar biasa, NKRI harus kita jaga bersama-sama," ujarnya.

MEDCOM

Berita Terkait