Kamis, 19 Juli 2018 | 11:13:46 WIB

Mengenal Keunikan Tradisi Pernikahan Adat Suku Bugis di Bulukumba

Minggu, 14 Februari 2016 | 18:05 WIB
Mengenal Keunikan Tradisi Pernikahan Adat Suku Bugis di Bulukumba

Pernikahan Adat Suku Bugis di Bulukumba. (FOTO: DTK/LINDO)

MAKASSAR, LINDO - Ini merupakan beberapa prosesi pernikahan dari tradisi adat suku Bugis, Bulukumba, Sulawesi Selatan. Konon, jika tradisi ini tidak dijalankan suku Bugis percaya pengantinnya akan mandul.

Acara pernikahan merupakan bentuk perjanjian nikah yang dilakukan oleh pihak laki-laki dan perempuan, dan mungkin tidak asing lagi buat kita tentang suku Bugis Bulukumba, Sulawesi Selatan. Pernikahan dalam suku bugis Bulukumba dinamakan 'Mappabotting', berbeda dengan acara-acaran pesta pernikah yang berlansung atau dilakukan di sebuah gedung.

Mappabotting ini dilakukan apabila sudah ada persetujuan antara pihak laki-laki dan perempuan, dalam suku bugis ini memiliiki cerita yang sangat unik mengenai acara pernikahan. Sebelum pernikahan ada syarat yang dinamakan 'Maddutta', madduta ini adalah pihak keluarga laki-laki melamar perempuan dengan adanya uang untuk acara yang nantinya juga berlasung di rumah perempuan.

Madduta ini merupakan proses tawar-menawar sama halnya yaitu seperti pembeli dengan penjual dalam sistem jual-beli. Bila mana sudah ditentukan waktu pernikan, 2 hari sebelum acara mappabotting ada juga yang dinamakan 'Accado-cado'. Yaitu semua keluarga berdatangan menyambut rasa kebahagiaan karena ada salah satu keluarganya akan melansungkan pernikahan, dan mereka dengan bergotong royong bekerja untuk kesiapan acara pernikahan.

Adapun syarat pernikahan lainnya dalam suku Bugis yaitu mabbarasanji dan wenni appacingen. Mabbarasanji adalah membacakan ayat barsanji, sedangkan appacingen merupakan malam suci yang dimana anak yang akan melaksanakan pernikahan dihias dengan beberapa kosmetik tradisional.  Mungkin saja Anda merasa penasaran dengan suku bugis Bulukumba ini.

Keunikan suku ini melambangkan bahwa masih ada suku yang sangat disiplin dan mempercayai tentang masa silam masa lampau, menurut suku Bugis apabila ada satu syarat yang ditinggalkan atau tidak dilaksanakan konon katanya keluarga yang sudah melaksanakan pernikahan akan mengalami mandul atau tak mempunyai anak. (DTK)

Berita Terkait