Sabtu, 14 Desember 2019 | 17:13:04 WIB

Tersangka Rasialisme di Surabaya Bertambah

Jum'at, 30 Agustus 2019 | 15:12 WIB
Tersangka Rasialisme di Surabaya Bertambah

Ilustrasi - Mahasiswa Papua sedang melakukan aksi unjukrasa di Kota Bandung, Jawa Barat terkait kasus rasialisme Papua. (FOTO: AYOBANDUNG/LINDO)

SURABAYA, LINDO - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur kembali menetapkan tersangka terkait insiden di Asrama Mahasiswa Papua (AMP) di Jalan Kalasan, Surabaya. Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan menyebut tersangka baru itu berinisial SA.
 
"Ada penambahan tersangka baru berinisial SA. Jadi sudah ada dua tersangka dalam kasus tersebut, setelah sebelumnya menetapkan TS sebagai tersangka," kata Luki di Mapolda Jatim di Surabaya, Jumat, 30 Agustus 2019.
 
Luki menegaskan SA ditetapkan tersangka setelah terbukti melayangkan kata-kata rasis kepada mahasiswa Papua di AMP pada 16 Agustus 2019. Pembuktian tersebut diperoleh dari keterangan saksi-saksi dan juga hasil uji laboratorium forensik.

"Dari video yang beredar. SA salah satu yang mengungkapkan kata-kata kurang sopan, kata-kata binatang, kata-kata rasis. Diperoleh dari saksi, dan dari hasil Labfor," jelas Luki.
 
Sementara Wakapolda Jawa Timur, Brigjen Toni Harmanto mengatakan SA ditetapkan tersangka setelah penyidik mengantongi bukti-bukti kuat terkait rasialisme.
 
Namun Toni belum bisa menyampaikan SA dari ormas, Linmas, atau masyarakat. Toni hanya mengatakan SA berasal dari elemen masyarakat. "SA dari unsur masyarakat. Itu rasisme dengan Undang-Undang nomor 40 tahun 2008 tnlrntang diskriminasi. SA merupakan satu dari enam orang yang dicekal," pungkas Toni.
 
Sebelumnya Polda Jawa Timur sudah menetapkan Tri Susanti alias Mak Susi sebagai tersangka dalam kasus rasialisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya. Mak Susi merupakan Koordinator Lapangan (Korlap) yang mendatangi Asrama Mahasiswa Papua (AMP) di Jalan Kalasan Surabaya beberapa waktu lalu.


MEDCOM

Berita Terkait