Selasa, 24 September 2019 | 01:25:20 WIB

Kibarkan Bendera Bintang Kejora, Dua Mahasiswa Papua Ditangkap Polisi

Sabtu, 31 Agustus 2019 | 19:45 WIB
Kibarkan Bendera Bintang Kejora, Dua Mahasiswa Papua Ditangkap Polisi

Aksi mahasiswa Papua minta polisi bebaskan rekan mereka yang mengibarkan Bendera Bintang Kejora di Istana Negara, Jakarta. (FOTO: TRIBUN/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Polisi menangkap dua mahasiswa Papua di asrama Depok, Jawa Barat, pada Jumat, 30 Agustus 2019, sekitar pukul 20.00 WIB. Mereka diduga melakukan tindak pidana kejahatan dan pemufakatan terhadap keamanan negara, atau makar.
 
"Iya benar, kita lakukan penangkapan Jumat, 30 Agustus 2019 atas perbuatan yang dilakukan pada Rabu, 28 Agustus 2019 di depan Istana Negara (mengibarkan bendera bintang kejora)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Jakarta, Sabtu, 31 Agustus 2019.
 
Kedua mahasiswa yang ditangkap bernama Anes Tabuni dan Charless Cossay. Anes berperan sebagai koordinator lapangan saat aksi, membuat undangan, menggerakan massa, menyiapkan bendera, dan orasi di atas mobil komando. Sedangkan, Cossay berperan sebagai korlap Jakarta Timur, orasi di atas mobil komando bersama Anes.

Penangkapan kedua mahasiswa ini berdasarkan adanya tiga laporan polisi yang masuk ke Polda Metro Jaya dengan nomor: LP/5380/VIII/2019/PMJ/Ditreskrimum, tanggal 28 Agustus 2019, laporan polisi nomor: LP/5381/ VIII/2019/PMJ/Ditreskrimum, tanggal 28 Agustus 2019, dan laporan polisi nomor: LP/5382/VIII/2019/PMJ/Ditreskrimum, tanggal 28 Agustus 2019.
 
"Atas adanya laporan itu, penyidik melakukan peyelidikan dan penangkapan," ujar Argo.
 
Polisi menyita sejumlah barang bukti saat penangkapan, di antaranya dua unit telepon genggam milik Cossay dan Anes, dua spanduk, satu kaus dengan gambar bintang kejora, selendang yang bergambar bintang kejora, dan satu buah toa.
 
Argo mengatakan kedua mahasiswa itu masih diperiksa intensif oleh penyidik di Polda Metro Jaya. Penyidik tengah menggali motif pengibaran bendera bintang kejora tersebut.
 
Kedua mahasiswa itu dikenakan Pasal 106 jo Pasal 87 dan atau Pasal 110 KUHP tentang tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara dan atau permufakatan akan melakukan kejahatan terhadap keamanan negara, dan makar.
 
Sementara itu, advokat LBH Jakarta Nelson Nikodemus Simamora mengaku mendapatkan kuasa dari pihak keluarga kedua mahasiswa tersebut memberikan pendampingan hukum. Pihak LBH Jakarta sudah datang ke Polda Metro Jaya untuk mendampingi pemeriksaan pada tadi malam.
 
"Tapi, kami tidak diperbolehkan untuk mendampingi berita acara pemeriksaan (BAP)," ujar Nelson.
 
Nelson mengatakan awalnya ada 14 mahasiswa yang ditangkap. Namun, 12 orang diperbolehkan pulang."Yang dua orang tetap tinggal di Polda untuk diinterogasi," kata dia.
 
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian memerintahkan Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono menindak pelaku pengibar bendera bintang kejora di depan Istana Negara, Jakarta Pusat. Bendera yang terafiliasi Organisasi Papua Merdeka (OPM) itu dikibarkan saat demonstrasi mahasiswa pada Rabu, 28 Agustus 2019.
 
"Ada juga peristiwa pengibaran bendera di Jakarta. Saya sudah perintahkan Kapolda tangani," kata Tito di Ruang Rupatama, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 29 Agustus 2019.
 
Para demonstran itu berasal dari mahasiswa Papua yang tergabung dalam Komite Mahasiswa Anti Rasisme, Kapitalisme, Kolonialisme dan Militerisme. Menurut Tito, mereka harus ditindak sesuai hukum.
 
"Tegakkan hukum sesuai apa adanya, kita harus hormati hukum," pungkas Tito.

MEDCOM

Berita Terkait