Selasa, 24 September 2019 | 01:30:15 WIB

Cerita di Balik AK Bunuh Suami dan Anak Tiri

Senin, 2 September 2019 | 21:37 WIB
Cerita di Balik AK Bunuh Suami dan Anak Tiri

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Senin, 2 September 2019. (FOTO: MEDCOM/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Utang bernilai Rp10 miliar menjadi motif Aulia Kesuma (AK), 45, menyewa pembunuh menghabisi nyawa suami (Edi Chandra Purnama, 54) dan anak tirinya (M Adi Pradana, 23). Keinginan Aulian menjual rumah dipatahkan sang suami.
 
"Bunga (utang) sekitar Rp200 juta per bulan. Dengan adanya utang itu dia berupaya bagaimana caranya rumah suaminya dijual untuk membayar utang," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Senin, 2 September 2019.
 
Edi tak pernah setuju untuk menjual rumah hingga muncul keinginan Aulia untuk membunuh suami. Awalnya Aulia berusaha menyantet suaminya lewat dukun berinisial RD.

"Sudah mengeluarkan uang Rp40 juta untuk santet, tapi suaminya enggak mempan. Dia kemudian mencari senjata api untuk menghabisi suaminya. Ada eksekukutornya untuk menembak," ujar Argo.
 
Aulia menyiapkan uang Rp35 juta untuk membeli senjata api. Ternyata, harga senjata api mencapai Rp50 juta. Uang tak cukup, Aulia mengurungkan niat mengeksekusi suami dengan senjata api.
 
"Akhirnya, terpikirkan kembali untuk menghabisi suaminya dengan membakar. Itu sudah direncanakan dari awal juga," tutur Argo.

Dibantu keponakan

Aulia dibantu keponakannya Geovanni Kelvin serta dua pembunuh bayaran yang didatangkan dari Lampung bernama Kusmawanto Agus dan Muhammad Nur Sahid. Pembunuhan dilakukan di kediamannya, kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat, 23 Agustus 2019.
 
Edi menjadi target utama pembunuhan. Setelah itu menyusul anaknya Dana.
 
Edi dibunuh setelah Aulia memberi jus tomat bercampur obat tidur. Edi yang tertidur dibekap Aulia. Dua pembunuh bayaran berperan memegang kaki dan badan Edi.
 
Dana dibunuh Kelvin dengan mencekoki minuman keras. Dana yang mabuk dibekap hingga tewas.
 
Kelvin membawa dua jenazah menggunakan Toyota Cayla. Aulia membawa Toyota Cayla lain seorang diri. Iring-iringan menuju Sukabumi, Jawa Barat. Kelvin membeli delapan botol Pertalite di SPBU Cirendeu, Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.
 
Aulia menyuruh Kelvin membakar mobil dan dua jasad tersebut di dekat jurang kawasan Kampung Bondol, Sukabumi. Saat menyalakan api, Kelvin terkena luka bakar.
 
Aulia dan Kelvin langsung kabur ke Jakarta untuk mendapatkan perawatan karena panik dan batal mendorong mobil ke jurang.
 
Melihat mobil terbakar, masyarakat melaporkan ke polisi. Setelah melakukan penyelidikan, aparat Polres Sukabumi menangkap Aulia di Cilandak, Jakarta Selatan, Senin, 26 Agustus 2019 pukul 11.00 WIB.
 
Sementara Kelvin ditangkap di Rumah Sakit Pertamina, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa, 27 Agustus 2019 saat menjalani perawatan. Agus dan Sahid ditangkap di Lampung Tengah, Selasa, 27 Agustus 2019 pukul 08.30 dan 10.00 WIB.
 
Mereka dijerat Pasal 338 KUHP juncto Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Ancamannya hukuman mati atau penjara seumur hidup atau minimal 20 tahun.

MEDCOM

Berita Terkait