Sabtu, 16 November 2019 | 06:12:39 WIB

Bank Dunia Sarankan Jokowi Perbaiki Defisit Transaksi Berjalan

Senin, 2 September 2019 | 21:41 WIB
Bank Dunia Sarankan Jokowi Perbaiki Defisit Transaksi Berjalan

Ilustrasi - Bank Dunia. (Foto : AFP/MEDCOM/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Bank Dunia menyarankan pemerintah untuk memperbaiki melebarnya defisit transaksi berjalan atau current account defisit (CAD). Hal itu disampaikan oleh perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo A. Chaves saat menemui Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta.
 
Rodrigo mengatakan salah satu cara pemerintah Indonesia memitigasi dampak perlambatan ekonomi dunia ialah dengan menekan CAD. Defisit transaksi berjalan itu dapat diperbaiki dengan menggenjot penanaman modal asing atau Foreign Direct Investment.
 
"Rekomendasi utama yang kami sampaikan untuk mendorong ekonomi adalah dengan memperbaiki current account defisit dengan penanaman modal asing (FDI)," ujar Rodrigo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 2 September 2019.

Tinggginya aliran dana asing akan membantu perekonomian Indonesia tumbuh di atas target. Namun, pemerintah perlu menyiapkan berbagai strategi untuk menarik investasi asing.
 
"Pemerintah perlu memberikan kredibilitas yang dibutuhkan dalam FDI. Aturan mainnya harus jelas, stabil, memenuhi aspek kepatuhan terhadap aturan yang berlaku," ungkapnya.
 
Ia juga menilai fundamental makroekonomi Indonesia cukup solid dibandingkan negara emerging market lainnya. Reformasi struktural di bidang Sumber Daya Manusia, infrastruktur, investasi, FDI, pemungutan pajak, bakal menambah daya tahan ekonomi RI
 
"Indonesia sebenarnya punya fundamental yang kuat terutamanya dalam hal manajemen makro," pungkasnya.
 
Adapun current account defisit (CAD) mencapai tiga persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) berdasarkan data Bank Indonesia. Temperature defisit transaksi berjalan itu meningkat dari USD7 miliar menjadi USD8,4 miliar di kuartal II-2019.
 
Serupa, nilai neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2019 masih mengalami defisit USD63,5 juta. Secara akumulasi, neraca perdagangan sepanjang Januari-Juli 2019 mencatat defisit USD1,90 miliar.

MEDCOM

Berita Terkait