Selasa, 24 September 2019 | 01:24:25 WIB

Rupiah Selasa Pagi Diempas Dolar AS di Posisi Rp14.015 per USD.

Selasa, 3 September 2019 | 20:09 WIB
Rupiah Selasa Pagi Diempas Dolar AS di Posisi Rp14.015 per USD.

Ilustrasi - Mata uang rupiah. (FOTO: MEDCOM/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Gerak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Selasa pagi terpantau melemah dibandingkan dengan perdagangan hari sebelumnya di posisi Rp14.194 per USD. Mata uang Paman Sam kian perkasa usai Amerika Serikat dan Tiongkok secara resmi memberlakukan tarif baru terhadap masing-masing barangnya.
 
Mengutip Bloomberg, Selasa, 3 September 2019, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka tertekan ke Rp14.216 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.216 hingga Rp14.217 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.015 per USD.
 
Sementara itu, kurs dolar Amerika Serikat menguat terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), di tengah penurunan mata uang poundsterling Inggris. Sejauh ini persoalan Brexit masih terus membayang-bayangi dan menekan gerak poundsterling.

Indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,13 persen menjadi 99,0338 dalam perdagangan terakhir. Pada perdagangan terakhir New York, euro turun jadi USD1,0970 dari USD1,0978 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun jadi USD1,2067 dari USD1,2154 pada sesi sebelumnya.
 
Dolar Australia turun menjadi USD0,6716 dibandingkan dengan USD0,6728. Dolar AS dibeli 106,19 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 106,25 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9904 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9906 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3328 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3319 dolar Kanada.
 
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyerukan kepada anggota parlemen untuk memberikan suara menentang penundaan tak berarti Brexit, yang sedang dikampanyekan oleh pemimpin oposisi Partai Buruh Jeremy Corbyn dan beberapa pemberontak Tory, dengan mengatakan ia tidak ingin ada pemilihan.
 
"Mari kita selesaikan Brexit pada 31 Oktober," kata Perdana Menteri berbicara kepada wartawan di depan Downing Street 10 setelah pertemuan kabinet darurat. Johnson meminta anggota parlemen untuk tidak memblokir rencana Brexit-nya saat ia berjanji untuk membawa negaranya keluar dari Uni Eropa pada 31 Oktober dengan atau tanpa kesepakatan.
 
Sementara itu, aktivitas perdagangan minyak tipis karena libur publik untuk Hari Buruh Amerika Serikat. AS mulai memberlakukan tarif 15 persen untuk berbagai barang Tiongkok mulai Minggu 1 September saat Tiongkok memberlakukan bea masuk baru terhadap minyak mentah AS, peningkatan terbaru dalam perang dagang yang merugikan.
 
Presiden AS Donald Trump mengatakan kedua belah pihak masih akan bertemu untuk pembicaraan bulan ini. Trump, yang menulis di Twitter, mengatakan tujuannya adalah guna mengurangi ketergantungan AS terhadap Tiongkok, dan ia kembali mendesak perusahaan-perusahaan Amerika untuk mencari pemasok alternatif di luar Tiongkok.
 
"Sekalipun Presiden Trump telah mengindikasikan bahwa pembicaraan terjadwal antara Amerika Serikat dan Tiongkok masih akan dilanjutkan, pasar semakin banyak mengundurkan diri ke kebuntuan yang berlarut-larut antara kedua negara dan akan mencari ke arah pelonggaran bank sentral untuk menopang selera risiko," Kata Harry Tchilinguirian dari BNP Paribas.

MEDCOM

Berita Terkait