Sabtu, 14 Desember 2019 | 04:22:32 WIB

Kapolri Belum Berencana Menarik Pasukan dari Papua

Jum'at, 6 September 2019 | 09:31 WIB
Kapolri Belum Berencana Menarik Pasukan dari Papua

Kapolri Jenderal Tito Karnavian (tengah). (FOTO: REPUBLIKA/LINDO)

JAYAPURA, LINDO - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan belum ada rencana penarikan personel Polri dan TNI dari Papua. Tito juga belum bisa memastikan tenggat pengerahan pasukan di Bumi Cenderawasih.
 
"Sampai saat ini belum dipastikan kapan ribuan personel TNI-Polri ditarik," kata Tito di Jayapura seperti melansir Antara, Jumat, 6 September 2019.
 
Tito mengatakan penarikan pasukan baru akan dilakukan setelah wilayah Papua dan Papua Barat dianggap aman. Pola ini sama ketika pengerahan pasukan ke Jakarta dari berbagai daerah saat menangani agenda-agenda tertentu.

Tito menegaskan pengerahan pasukan guna menghindari terjadinya konflik yang semakin meluas. Pengerahan pasukan diharapkan bisa mengendalikan situasi dan membuat masyarakat merasa adanya jaminan keamanan dari negara.
 
"Bagi yang ingin melakukan kerusuhan berpikir, sambil aparat keamanan melakukan penegakan hukum," ujarnya.
 
Tito mengaku bersyukur situasi di Papua dan Papua Barat hingga kini relatif terkendali dan aman. Mantan Kapolda Metro Jaya itu berterima kasih kepada pemerintah daerah, tokoh-tokoh dari berbagai etnis dan agama yang sudah ikut berkontribusi menjaga keamanan.
 
Mantan Kapolda Papua itu memastikan bakal terus memonitor dinamika yang terjadi. Sekaligus, mematakan permasalahan yang ada. Tito mengatakan, masalah Papua hanya bisa diselesaikan bila ada kebersamaan.
 
"Tuhan Yang Maha Esa menciptakan negara kita dengan penuh keberagaman, suku, agama dan ras, jangan sampai ini menjadi pemecah," ungkapnya.
 
Tito menghadiri penandatanganan deklarasi kesepakatan dalam rangka menjaga Papua Tanah Damai. Deklarasi ditandatangani tokoh masyarakat, agama, dan pemuda. Hadir dan ikut menandatangani deklarasi damai, Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf Rodja, Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Yoshua Sembiring, dan Gubernur Papua Lukas
Enembe.

MEDCOM

Berita Terkait