Selasa, 24 September 2019 | 01:31:05 WIB

Proyek Infrastruktur Luwu Utara Mulus di Bawah TP4D

Minggu, 8 September 2019 | 21:24 WIB
Proyek Infrastruktur Luwu Utara Mulus di Bawah TP4D

Proyek pendampingan TP4D di Luwu Utara, Sulawesi Selatan. (FOTO: MI/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Bupati Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan, Indah Putri Indriani, mengaku khawatir proyek pembangunan infrastruktur mendapat gangguan. Pihaknya bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri Masamba terkait Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) agar proyek berjalan aman.
 
"Katakanlah, ada 10 perusahaan yang berminat terhadap sebuah proyek. Tetapi pemenang tender pasti satu. Nah, dalam pelaksanaannya tentu ada kekhawatiran upaya kriminalisasi dan lain sebagainya," kata Indah di Jakarta, Minggu, 8 September 2019.
 
Indah menyebut kriminalisasi dikhawatirkan menyasar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). Dia mengaku setelah ada TP4D satuan kerja perangkat daerah (SKPD) tak takut lagi sebab ada pendampingan sejak awal perencanaan. Termasuk, memastikan semua proses perencanaan pengadaan barang dan jasa sesuai prosedur.

"Apabila mitra mengalami hambatan dari sisi hukum bisa meminta masukan sebelum proyek berjalan. Ada saja perbedaan persepsi sehingga harus ada penyesuaian di lapangan agar tidak ragu lagi," kata Indah.
 
Indah menyebut sejak bekerja sama dengan TP4D semua proyek transparan. Dia mengaku tak ada lagi yang punya peluang korup.
 
"(SKPD) mereka bergurau sekarang pot tanaman di depan kantor lebih panjang usianya karena tidak ada lagi orang menendangnya karena kecewa tidak memenangi tender," gurau Indah.
 
Indah mengungkapkan salah satu proyek strategis nasional yang mendapat pendampingan TP4D yaitu Bendungan Baliase. Bendungan yang dibangun sejak 2015 itu menggunakan anggaran multiyears.
 
Pembangunan ditargetkan rampung antara 2019 dan 2020 dengan anggaran Rp1,03 triliun. Progres pembangunan sudah mencapai 96%.
 
Indah menyebut nantinya bendungan mampu mengairi persawahan 20 ribu hektare di Luwu Utara. Produksi padi diperkirakan menghasilkan Rp1,7 triliun per tahun dengan asumsi satu hektare menghasilkan Rp75 juta setahun.
 
Dia menambahkan warga bisa panen dua atau tiga kali dalam setahun. Pemkab Luwu Utara juga melakukan pencetakan sawah baru seluas 250 hektare bersama 11 kelompok tani sebagai penerima pada 2019.
 
Mereka tersebar di Kecamatan Baebunta, Baebunta Selatan, Sabbang Selatan, dan Mappedeceng. Semua daerah tersebut merupakan jalur irigasi dari Bendungan Baliase.
 
TP4D juga mendampingi Pemkab Lutra membangun perluasan landasan pacu bandara perintis di Kecamatan Seko. Landasan bandara di Seko akan diperpanjang dari 1.000 meter menjadi 1.900 meter agar pesawat jenis ATR 27 bisa mendarat. Pemkab sudah menyiapkan lahan 28 hektare.

MEDCOM

Berita Terkait