Selasa, 24 September 2019 | 01:28:37 WIB

Petani Kopi Butuh Pengetahuan Pasar

Minggu, 8 September 2019 | 22:11 WIB
Petani Kopi Butuh Pengetahuan Pasar

Ilustrasi - Kopi. (FOTO; MEDCOM/LINDO)

SEMARANG, LINDO - Kenikmatan cita rasa kopi asli Indonesia sudah sudah tersohor di mancanegara sejak lama sebut saja Kopi Gayo, Kopi Toraja dan beragam kopi lainnya. Kualitas terbaik kopi tersebut hanya bisa didapat saat standar prosesnya diperhatikan sejak hulu, pemrosesan hingga akhirnya dikonsumsi.
 
Coffee master Reza Adam Ferdian mengatakan tingkat konsumsi kopi di Tanah Air terus meningkat karena kopi bukan lagi sebagai gaya hidup tetapi kebutuhan sehari-hari. Kopi hitam murni dan kopi dengan beragam variasi rasa pun kini bisa mudah didapatkan para penikmatnya.
 
"Kopi saat ini bukan lagi lifestyle tapi keseharian karena kita butuh asupan kafein dan ini potensi bagus sekali untuk bisnis," kata Reza dalam sebuah diskusi forum Kafe BCA on the Road di Hotel Aston Semarang, Sabtu, 7 September 2019.

Co-Founder Kopisob ini menyakini permintaan kopi untuk konsumsi dalam negeri diyakini bakal terus meningkat setiap tahunnya. Daya serap kopi Tanah Air juga didorong hadirnya beragam waralaba kafe kopi lokal yang dari sisi rasa sangat bisa bersaing dengan merek terkenal dari luar negeri.
 
Tren ini mulai mengubah yang tadinya hanya sekedar peminum kopi ke level yang lebih tinggi sebagai pecinta kopi. Pada akhirnya konsumen dalam negeri pun makin banyak yang perhatian lalu mempelajari proses pengolahan kopi sebelum ia meminumnya.
 
"Semakin banyak muncul kedai kopi ini ruang untuk membeli kopi lebih banyak dan budaya kopi mana yang akan jadi pilihan mau tradisional, original, late, manual group atau es kopi susu kekinian," ungkap peracik kopi atau barista profesional ini.
 
Sebagai pecinta kopi, kata Reza, keinginan untuk terus mendapatkan bahan baku terbaik jadi sebuah keharusan tersendiri. Jumlah pecinta kopi berkualitas yang saat ini hanya ada lima persen pun kemudian dinilai sebagai peluang para petani kopi mandiri agar menerapkan standar yang diinginkan pasar.
 
"Tantangan bagi petani kopi untuk terus meningkatkan produksi, menjaga kualitas terbaik dan keberlanjutan," ucapnya.
 
Pasar kopi yang semakin luas untuk konsumsi di dalam negri ini bisa disikapi petani mulai dari memelihara pohon kopi dari benih yang bersertifikat. Peningkatan nilai tambah kopi pada ujungnya bakal mengubah nilai ekspor kopi.
 
"Kualitas kopi yang naik ini akhirnya bisa menerapkan harga yang kompetitif. Petani jangan diajarkan bertani tapi bentuk market yang akhirnya dapat pasar ekspor ke Amerika," kata Reza.
 
Ekonom senior Cyrillus Harinowo menambahkan kopi Indonesia sangat bisa nilai ekspornya meningkat pesat dengan industrialisasi yang konsentrasi pada peningkatan nilai tambah. Potensi bisnis produk kopi berkualitas diprediksi bakal makin cerah sama halnya seperti komoditas cokelat yang fokus pada ekspor produk olahan.
 
"The next up coming best produk domestik dan ekspor saya yakin kopi. Bagaimana kita bisa bangun ini sebagai ekspor komoditas yang tidak lagi komoditas tapi branded produk," ujar Komisaris Independen BCA ini.

MEDCOM

Berita Terkait