Selasa, 15 Oktober 2019 | 16:45:10 WIB

Pansel Ungkap Proses Seleksi Capim KPK ke DPR

Senin, 9 September 2019 | 11:36 WIB
Pansel Ungkap Proses Seleksi Capim KPK ke DPR

Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel KPK) Yenti Ganarsih (ketiga kanan) bersama anggota Pansel KPK menyampaikan keterangan pers di Jakarta, Kamis (29/8/2019). (FOTO: ANTARA/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Panitia Seleksi Calon Pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memenuhi panggilan Komisi III DPR. Pansel menyampaikan proses pemilihan capim KPK.
 
"Ya kita hanya menyampaikan berdasarkan yang lalu. Yang kita sampaikan adalah kelayakan kenapa capim yang 10 itu kita pilih," kata Ketua Pansel Capim KPK, Yenti Garnasih di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 9 September 2019.
 
Pansel juga menyampaikan ada 10 capim yang lolos seleksi hingga tahap akhir. Nama capim tersebut sudah diserahkan kepada Presiden Joko Widodo.

Yenti tak menjelaskan secara detail hasil proses seleksi kepada para legislator. Sebab, ada sejumlah dokumen yang bersifat rahasia seperti hasil tes kesehatan, dan profile assesment.
 
Pansel tak ikut campur dalam proses uji kelayakan dan kepatutan capim di DPR. Namun, pansel siap DPR meminta masukan dalam penyusunan makalah yang menjadi bahan untuk uji kelayakan dan kepatutan capim.
 
"Nanti terserah DPR untuk mengambil lima dari 10 nama," ucap dia.
 
Yenti enggan dipusingkan kritik atau keberatan atas hasil seleksi. Dia menegaskan pansel sudah menjalankan proses seleksi sesuai aturan yang ada.
 
Dia memastikan proses berjalan dan independensi pansel terjaga. "Transparansi juga sudah kan dalam batasan tertentu, tapi kalau mendalam kan tidak boleh," ujar dia.
 
Pansel telah memilih 10 nama capim KPK dan menyerahkannya kepada Presiden Joko Widodo.
 
Mekanismenya, 10 nama tersebut diserahkan Presiden ke DPR. Lalu, para capim akan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III. DPR kemudian memilih lima dari 10 nama tersebut.
 
Berikut nama 10 Capim KPK yang diserahkan ke Presiden:
1. Wakil Ketua KPK Alexander Marwata,
2. Kapolda Sumatra Selatan Irjen Firli Bahuri,
3. Jaksa Johanis Tanak,
4. Auditor BPK I Nyoman Wara,
5. Hakim Nawawi Pomolango,
6. Advokat Lili Pintauli Siregar,
7. Dosen Nurul Ghufron,
8. Dosen Luthfi Jayadi Kurniawan,
9. PNS Sekretariat Kabinet Roby Arya, dan
10. PNS Kementerian Keuangan Sigit Danang Joyo.

MEDCOM

Berita Terkait