Rabu, 20 November 2019 | 03:04:06 WIB

Penikam Santri Rozien Terancam Pasal Berlapis, Pesantren Apresiasi Kerja Polri

Senin, 9 September 2019 | 13:30 WIB
Penikam Santri Rozien Terancam Pasal Berlapis, Pesantren Apresiasi Kerja Polri

YS dan RM, pelaku penikaman terhadap M Rozien diamankan polisi. (FOTO: MEDCOM/LINDO)

CIREBON, LINDO - Dua pelaku pembunuhan Muhammad Rozien, santri Pondok Pesantren Husnul Khotimah Kuningan, Jawa Barat, terancam pasal berlapis. Pelaku YS dan RM dikenai pasal pembunuhan dan pencurian dengan kekerasan.
 
"Pelaku terkena Pasal 338 KUHP karena membunuh atau menganiaya yang mengakibatkan korban meninggal dan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan," ujar Wakapolres Cirebon Kota Kompol Marwan Fajrin, di Cirebon, Minggu, 8 September 2019.
 
Marwan mengatakan untuk kasus pembunuhan, kedua pelaku terancam kurungan maksimal 15 tahun penjara. Sedangkan tindak pencurian dengan kekerasan akan dikenai pidana penjara selama sembilan tahun.

YS dan RM dibekuk usai mememeras ZM dan ZY di Jalan Kesambi Kota Cirebon. ZM dan ZY merupakan korban kedua setelah pelaku menikam Rozien.
 
Berbekal keterangan ZM dan ZY, polisi menangkap kedua pelaku. Salah satu pelaku yakni YS merupakan residivis kasus yang sama dan baru bebas dari penjara satu bulan lalu setelah menjalani pidana penjara selama dua tahun.

Sementara itu, Kepala Divisi Humas Pondok Pesantren Husnul Khotimah, Ustaz Sanwani, mengapreasiai kinerja Polri. Pihaknya bersyukur pelaku penikaman terhadap salah satu santrinya lekas ditangkap.
 
"Kami bersyukur pelaku bisa segera ditangkap," ujarnya, di Cirebon, Jawa Barat, Senin, 9 September 2019.
 
Sanwani berharap penangkapan pelaku dapat mengakhiri tindakan premanisme yang mengancam masyarakat, khususnya di wilayah Cirebon. Menurut dia situasi keamanan di Kota Udang berdampak juga pada wilayah lain, salah satunya Kuningan.

Bagaimana pun, kata Sanwani, Pesantren Husnul Khotimah yang berada di Kuningan, bersinggungan langsung dengan Cirebon. Wilayah tersebut merupakan salah satu akses menuju pesantren.
 
"Sehingga kalau Cirebon tidak aman, berdampak juga ke Kuningan," kata dia.
 
Sanwani juga meminta para pelaku dihukum berat. Bahkan ia menghendaki pelaku dihukum mati. Tewasnya Muhammad Rozien, 17, di tangan kedua pelaku merupakan kejahatan luar biasa.
 
"Nyawa harus dibayar nyawa," ungkapnya.
 
Andai tak demikian, ia meminta pengadilan menjatuhkan hukuman maksimal kepada para pelaku. "Saya sangat setuju dikenakan hukuman berlapis. Kalau bisa tetap seperti itu," pungkasnya.

MEDCOM

Berita Terkait