Selasa, 24 September 2019 | 01:30:04 WIB

Reaksi Wadah Pegawai KPK Dianggap Kelewat Batas

Selasa, 10 September 2019 | 00:17 WIB
Reaksi Wadah Pegawai KPK Dianggap Kelewat Batas

Wadah Pegawai KPK berdemonstrasi menentang revisi UU KPK. (FOTO: MEDCOM/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Indonesia Police Watch (IPW) menyebut tindakan Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melebihi batas. Menurutnya, Wadah Pegawai KPK tidak bisa dibiarkan.
 
"Mereka bikin Wadah Pegawai KPK, lalu 1.000 pegawai dikordinasikan untuk tolak calon pimpinan KPK, ini sama saja mengkhianati negara," kata Presidium IPW Neta S Pane di Cikini, Jakarta Pusat, Senin, 9 September 2019.
 
Neta menyebut pegawai bertugas bekerja dengan baik dan mendukung pemberantasan korupsi. Demo dan menentang kebijakan bukan kapasitas pegawai.

"Pegawai KPK tidak boleh ditoleransi dan harus dilawan," ucap dia.
 
Pendapat yang sama juga datang dari advokat Eggi Sudjana. Seharusnya, kata Eggi, pegawai KPK menyampaikan aspirasinya kepada lembaga swadaya masyarakat atau DPR.
 
"Jadi, jangan bikin gerakan sendiri. Mereka itu kan digaji negara. Ini namanya sudah melanggar," pungkas Eggi.
 
Wadah pegawai KPK terbilang aktif dalam menyuarakan aspirasinya. Salah satunya, menutup logo KPK dengan kain hitam besar. Aksi ini tanda penolakan revisi Undang-undang KPK. Selain itu, mereka juga menolak calon pimpinan KPK yang dianggap bermasalah.

MEDCOM

Berita Terkait