Selasa, 24 September 2019 | 01:31:41 WIB

Pegawai KPK Bagi-Bagi Bunga Tolak Revisi UU

Selasa, 10 September 2019 | 00:23 WIB
Pegawai KPK Bagi-Bagi Bunga Tolak Revisi UU

Pegawai KPK Gelar Aksi *Seribu Bunga #SaveKPK# di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (8/9/2019). (FOTO: MEDCOM/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Sejumlah pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar aksi bagi-bagi 1.000 tangkai bunga kepada masyarakat di kawasan Bundaran HI, Sudiman, Jakarta. Aksi ini digelar sebagai bentuk protes atau penolakan terhadap revisi Undang-Undang (UU) Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK.
 
Salah satu pegawai KPK, Heni menyebut aksi ini dilakukan untuk mengajak masyarakat sadar terhadap masalah yang dihadapi KPK sekarang. Bahkan aksi bertajuk 'Seribu Bunga #SaveKPK' ini disebut sebagai simbol matinya KPK jika revisi UU itu disahkan.
 
"Kami pesan kepada Presiden Jokowi untuk tidak merevisi Undang-Undang KPK dan tidak tanda tangan," kata Heni di lokasi, Minggu, 9 September 2019.

Selain bagi-bagi bunga, para pegawai KPK juga melakukan aksi long march. Peserta aksi kompak mengenakan kaos berwarna hitam. Sejumlah sepanduk bertuliskan 'Tolong' hingga 'Jokowi Setuju Revisi UU KPK = KPK Mati' juga ikut meramaikan aksi tersebut.
 
"KPK benar-benar mati kalau misalnya besok itu disetujui oleh presiden. Bagian penyadapan misalnya, karena itu kita kan operasi tangkap tangan, terus SP-3, dan dewan pengawas," kata Heni.
 
Mereka bergerak mengitari bundaran HI sambil meneriakkan "Save KPK, Save Indonesia". Aksi long march akan berakhir di gedung KPK.
 
DPR telah sepakat mengambil inisiatif revisi UU KPK. Para wakil rakyat itu telah menyusun draf rancangan revisi UU KPK dan disetujui dalam rapat Baleg. Setidaknya terdapat enam poin pokok perubahan dalam revisi UU KPK.

MEDCOM

Berita Terkait