Jumat, 22 November 2019 | 08:56:47 WIB

Alasan Efisiensi Bukalapak PHK karyawan

Selasa, 10 September 2019 | 19:31 WIB
Alasan Efisiensi Bukalapak PHK karyawan

Pelayanan di Bukalapak. (FOTO: MEDCOM/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Perusahaan rintisan, Bukalapak membeberkan alasan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya.
 
Chief of Strategy Officer of Bukalapak Teddy Oetomo mengatakan perusahaan ingin bertransformasi sebagai 'Sustainable E-commerce'. Sustainable E-commerce merupakan perusahaan e-dagang yang menghasilkan keuntungan.
 
"Kami ingin menjadi e-commerce unicorn pertama yang meraih keuntungan, dan dengan pencapaian performa bisnis yang baik dan modal yang cukup," kata Teddy dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, 10 September 2019.

Teddy menjelaskan, perubahaan konsep perusahaan itu seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat yang kian maju dan beragam. Perusahaan pun menilai perlu penataan diri untuk mengikuti dinamika ini.
 
"Oleh karena itu, kami perlu melakukan penyelarasan secara internal untuk menerapkan strategi bisnis jangka panjang kami, melakukan penataan yang diperlukan, serta menentukan arah selanjutnya," jelas dia.
 
Usai melakukan PHK, lanjut Teddy, perusahaan menargetkan untuk memperoleh keuntungan dalam waktu dekat.
 
"Kami menargetkan untuk dapat mencapai break even,bahkan keuntungan dalam waktu dekat," sebut dia.
 
Perusahaan rintisan, Bukalapak ini melakukan pemangkasan hubungan kerja (PHK) para karyawannya untuk melakukan efisiensi, seiring dengan perkembangan teknologi.
 
"Oleh karena itu, kami perlu melakukan penyelarasan secara internal untuk menerapkan strategi bisnis jangka panjang kami," kata Teddy Oetomo di Jakarta.

Teddy juga mengatakan, perusahaan menilai perlu bebenah diri untuk menentukan arah perusahaan selanjutnya.
 
"(Bukalapak) melakukan penataan yang diperlukan, serta menentukan arah selanjutnya," jelas Teddy.
 
Sumber media ini juga membenarkan adanya PHK yang menimpa sejumlah divisi di Bukalapak. Dikatakan, hari ini perusahaan besutan Achmad Zaky tersebut memberhentikan sejumlah karyawan dari salah satu divisi.
 
"Enggak tahu per kapan PHK-nya, soalnya per bagian," katanya.

Selama pertengahan 2019, gross profit perusahaan tercatat naik tiga kali lipat dibandingkan pertengahan 2018. Perusahaan juga telah mengurangi setengah kerugian dari pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) selama delapan bulan terakhir.

MEDCOM

Berita Terkait